Emangnya Allah Mikir?

Di mana sih pikiran Tuhan itu, wong ada orang sedang berdoa kok malah kejatuhan alat berat pembuat bangunan? Ada sekelompok orang beribadat di laut kok malah perahunya disapu ombak? Ada orang yang misa di gereja kok malah gempa bumi membunuh jemaat? Ini Tuhan macam mana pula? Tak usah bertele-tele cari kesalahan aja deh, tak usah ikutan tetangga sebelah yang untuk apa-apa saja yang buruk di negeri ini menuding presiden sebagai biang keroknya.

Loh, ini kan bukan mencari-cari kesalahan, Mo. Ini pertanyaan apakah Tuhan itu mikir; kalau Dia memang punya pikiran, njuk pikirannya itu ditaruh di mana gitu loh. Bukan mau menyalahkan Tuhan juga, sori aja ya, jelek-jelek gini iman saya bukan tipe yang hobi memaki Tuhan atau melemparkan tanggung jawab kepada Tuhan. Saya kan sudah baca posting macam kerja sama manusia dan Tuhan (ah, tenannyaaaa….).

Oooo begitu toh, jadi ceritanya murni tanya bagaimana Tuhan itu berpikir ya?
Saya juga gak tau jawabannya, wong nama pada KTP saya juga bukan Tuhan. Tetapi, pikiran Allah itu sebetulnya intelligible, bisa dinalar juga oleh manusia kok. Kalau mau sedikit sembarangan menjawab ya, pikiran Tuhan itu ada dalam pikiran makhluknya juga kok, TETAPI, karena dimensi fisiknya, lantas pikiran itu memuat aneka macam distorsi, seperti antena radio yang tak persis menunjuk frekuensi ya bunyinya berisik doang.

Salah satu distorsi itu ditunjukkan dalam bacaan Injil hari ini. Sederhana soalnya. Yesus cuma tanya siapa dirinya menurut orang-orang dan menurut para muridnya. Petrus yang jadi jubir menjawab dengan lantang,”Engkaulah Mesias.” Betulkah? Betul, TETAPI, salah! Haisssh…. piye ra mbingungi toh Romo iki?
Petrus itu tidak menjawab pertanyaan Yesus, tetapi menyodorkan pendapat.
Ah mboh, tambah mbingungi! Wong namanya bertanya “menurut kamu” kok, ya jelas maksudnya tanya pendapatmu toh?! Mosok tanya pendapatanmu?!
Eladalah… kok malah ngamuk begitu; sabar… ingat sakit darah tingginya loh, haha… begitu kata tokoh kethoprak tadi malam.

Memang rumusan pertanyaan ‘menurut kamu’ itu meminta suatu pendapat, tetapi pendapat yang diminta Yesus adalah pendapat yang sungguh dihidupi dari hati, bukan cuma di otak. Maka dari itu, ketika Petrus menyatakan kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias, ia melarang mereka untuk mewartakannya. Kenapa? Karena baik orang banyak maupun para murid teman-teman Petrus itu salah paham mengenai kemesiasan Yesus. Buktinya?

Itu loh, tiap kali Yesus omong soal penderitaan sebagai konsekuensi kemesiasannya, mereka selalu protes dan Yesus bicara soal kematiannya dan karakter orang-orang yang mau jadi pengikutnya: menyangkal diri (Mrk 8,34-35), rendah hati dan jadi pelayan (Mrk 9,33-37), mau menderita, tidak menganggap diri superior dengan pelayanan rendah hati (Mrk 10,35-45). Itu semua indikasi kuat bahwa Petrus dan para rasul bahkan belum mengerti sungguh apa itu artinya jika Yesus disebut Mesias. Kenapa belum juga bisa ngerti? Karena mereka belum punya pengalaman untuk memaknai penderitaan secara berbeda. Dalam bahasa kristiani, ini adalah suatu logika salib.

Dalam salah satu audiensinya, Paus Fransiskus pernah menyinggung soal logika salib kurang lebih begini: itu bukan pertama-tama soal luka, derita, dan kematian, melainkan pertama-tama soal cinta dan pemberian diri yang membawa kehidupan. Artinya, masuk dalam logika salib berarti keluar dari diri kita sendiri, keluar dari cara penghayatan iman yang rutin dan melelahkan, keluar dari agenda pribadi yang narsis yang ujung-ujungnya membuat kita semakin tertutup. Menurut Paus, seringkali kita berpuas diri dengan banyak doa, misa di gereja, aksi sosial, tapi kita tak punya keberanian untuk pergi keluar, seperti Petrus yang begitu Yesus omong soal pemberian diri lantas kabur ngacir

Ya Tuhan, semoga aku semakin mampu memahami logika salib-Mu dan berani membongkar aneka kepentingan narsisistikku demi Cinta yang jauh lebih besar. Amin.


HARI MINGGU BIASA XXIV B/1
13 September 2015

Yes 50,5-9a
Yak 2,14-18
Mrk 8,27-35

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s