Bonceng Yesus

Tak ada orang yang sejak lahirnya memiliki insting untuk mencari siksaan dan penderitaan. Kalau pun insting itu ada, kemunculannya bukan dari genetika, melainkan dari rekayasa, conditioning lingkungan hidupnya. Gereja Katolik Roma hari ini merayakan Pesta Salib Suci yang juga dihormati oleh Gereja dalam ritus lain. Pesta Salib Suci jelas bukan pesta atas penderitaan. Dibutuhkan sudut pandang yang lebih luas untuk memahami Pesta Salib Suci ini.

Bacaan pertama mengisahkan bagaimana Musa meninggikan patung ular tembaga yang menjadi wahana keselamatan bagi orang-orang Israel yang digigit ular karena sungut-sungut mereka kepada Allah. Bacaan ketiga memakai bagian bacaan pertama sebagai analogi atas penderitaan dan salib Yesus: sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yoh 3,14-15 ITB). Menariknya, ular, selain secara negatif diyakini sebagai penyebab kesengsaraan pada masyarakat primitif itu, diterima juga sekaligus sebagai elemen kesembuhan dari sakit. Memang itu jugalah yang diharapkan Gereja dalam merayakan Pesta Salib Suci. 

Nikodemus tentu tidak bisa memahami perkataan Yesus (wong murid Yesus juga belum tentu memahaminya seperti kemarin juga sudah kita refleksikan). Itu adalah prediksi penyaliban Yesus. Tapi dalam Injil Yohanes, frase ‘ditinggikan’ itu menunjuk proses berkelanjutan, mulai dengan salib dan berakhir pada sisi kanan Allah. Langkah pertama kematiannya. Langkah kedua kebangkitannya. Langkah ketiga kenaikannya kembali ke surga. Proses gerak naik diawali dengan proses gerak turun pada saat inkarnasi, turunnya Sabda menjadi daging (bdk. Flp 2,5-11). Jadi, ini seperti lengkung kurva parabola yang menghadap ke langit: dari atas turun ke bumi, lalu naik lagi ke atas.

Kurva ini dilawankan dengan kurva gerak yang dipahami orang Yahudi pada umumnya saat itu: Musa digambarkan sebagai pribadi yang naik ke surga untuk menerima Taurat dan turun kembali kepada umatnya untuk mewartakan Taurat itu. Yesus menegaskan yang sebaliknya: Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yoh 3,13 ITB). Kita tak hendak mempertengkarkan hal ini dengan keyakinan orang Yahudi, tetapi mencoba memahami bagaimana pokok ini mengantar orang pada keselamatan dari Allah.

Pada Kitab Kejadian 28 dinarasikan mimpi Yakub bahwa di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu (Kej 28,12 ITB). Ini tampaknya menjadi latar belakang tulisan Yoh 1,51: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia (Joh 1:51 ITB). Ini Yohanes banget: komunikasi dan relasi yang begitu bebas antara Allah dan manusia. Kalau dulu ditengahi oleh malaikat, sekarang ini dalam wacana Yohanes penengahnya ialah Anak Manusia (salah satu gelar yang khas dalam tradisi Yahudi), yaitu Yesus. Anak inilah satu-satunya pribadi yang turun dari Surga dan yang sekaligus naik ke sana.

Salib adalah titik balik dari kurva parabola ke atas itu, dan itu pula meeting point antara manusia yang mau mbonceng Yesus. Maka, salib tak bisa dimengerti melulu dengan sudut pandang penderitaan dan kematian. Bukan salib juga yang menyelamatkan, melainkan cinta si Anak itu tadi, yang dimanifestasikan lewat salib. Ini bikin banyak orang kederGimana gak keder, mbonceng kendaraan yang tempat duduknya paku pating crongot! Apa cinta bisa mengatasi paku pating crongot ini? Ternyata bisa…

Lagi, ya Tuhan, semoga aku semakin mampu memahami logika salib suci-Mu dan berani membongkar aneka kepentingan narsisistikku demi Cinta yang jauh lebih besar. Amin.


PESTA SALIB SUCI
(Hari Senin Biasa XXIV B/1)
14 September 2015

Bil 21,4-9
Flp 2,6-11
Yoh 3,13-17

Posting Tahun Lalu: Kesucian Salib

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s