Tak Semudah Omongannya

Orang yang tak munafik tahu bahwa menghidupi agama yang sebenarnya, apapun nama agama itu, jauh lebih sulit daripada sekadar bergaya dengan agama KTP. Paralel dengan itu, mengikuti Kristus jauh lebih sulit daripada sekadar menyatakan percaya kepada Kristus. [Ironisnya, ada juga orang yang tidak menyatakan percaya kepada Kristus tetapi kesaksian hidupnya malah merupakan cerminan orang yang mengikuti Kristus.] Teks Injil hari ini menyajikan kesulitan itu, yang direpresentasikan oleh tiga orang dalam perjalanan bersama Yesus.

Yang pertama (ayat 57-58) tampaknya punya niat dari dalam untuk ikut ke manapun Yesus pergi. Akan tetapi, tanggapan Yesus terkesan skeptis: elu yakin? Kristus gak punya ‘sarang’ di dunia ini. Pun agama Kristen (Katolik) tak bisa disebut sebagai sarang. Tak ada artinya mengikuti Kristus dengan tujuan mencari sarang, mencari tempat aman dan nyaman, nebeng nama besar kelompok agama atau orang-orang ternama dari kelompok agama itu. Tanggapan Yesus juga berarti suatu pertanyaan apakah yang bersangkutan mau menerima penolakan dan penderitaan seperti yang akan dialaminya. Ini bukan soal susah menaati aturan dan hukum [bisa jadi beratnya menaati aturan/hukum malah merupakan indikator bahwa yang diikuti bukan Kristus], melainkan sulit karena pilihan-pilihan fundamentalnya bisa mengancam hidupnya (tak kebagian nama baik, uang siluman, pertemanan yang menguntungkan dan sebagainya). 

Yang kedua (ayat 59-60) tampaknya dijawil Kristus untuk ikut dan menyetujuinya, tetapi bersyarat: ntar-ntar aja yah, mau nguburin ortu dulu! Menurut penelitian terbaru, adat penguburan di sekitar Yerusalem pada rentang tahun 20-70 itu mencakup pemindahan tulang setelah setahun pemakaman. Anak laki-laki mesti mengambil tulang ortunya dan menempatkannya pada kotak khusus yang kemudian dipasang di dinding makam. Tanggapan Yesus kiranya tertuju pada syarat waktu setahun orang itu untuk mengambil keputusan untuk mengikuti Kristus. Pada abad pertama dalam kultur Yahudi itu memang mengikuti Kristus punya konsekuensi merusak hormat pada jenasah ayah (bdk. Tob 4,3-4). Nah, pasti deh orang dibikin galau: mau pilih yang mana.

Akan tetapi, poin dari tanggapan Yesus kiranya bukan pertama-tama soal hormat pada orang mati itu, melainkan bahwa kalau orang mau mengikuti Kristus, ia tak perlu berlama-lama (setelah waktunya memindahkan tulang kan juga bisa minta izin sebentar, haha). Ungkapan itu juga bisa berarti anjuran untuk membiarkan orang yang kerohaniannya mati menguburkan orang mati. Orang tidak bisa disebut mengikuti Kristus jika memelihara paham dan iman yang statis, tertutup, atau fanatik sempit.

Yang ketiga (ayat 61-62) tampaknya tak seberat yang kedua, tetapi sama-sama bersyarat: pamitan dululah. Yesus tidak melarang orang pamitan, tetapi memberi catatan sederhana. Mengikuti Kristus tak bisa dibuat dengan terus menerus menengok ke belakang dengan sikap emosional dan dengan keterikatan tertentu. Masuk dalam bilangan ini ialah mereka yang berlama-lama dengan masa lalu, luka batin, didominasi oleh penyesalan masa lalu yang tak kunjung usai. Tak bisa move on, berarti tak bisa mengikuti Kristus.

Bagaimanapun tafsirannya, jelaslah bahwa mengikuti Kristus memprioritaskan warta gembira Injili (bukan warta agama!). Mengikuti Kristus tak memberi tempat pada penghayatan yang kekanak-kanakan, seperti anak yang menangis jika mainannya diambil, ngambek, maunya terus dengan mainannya. Kalimat ini mungkin mudah dimengerti, tak sulit dikotbahkan, tetapi realisasinya mungkin tak gampang dibuat.

Tuhan, buatlah aku semakin mampu menjalani hidup yang seadanya tanpa mengada-adakan apa yang kiranya tak cocok untuk warta gembira-Mu. Amin.


HARI RABU BIASA XXVI B/1
Peringatan Wajib St. Hieronimus
30 September 2015

Neh 2,1-8
Luk 9,57-62

Rabu Biasa XXVI A/2 2014: Tak Sayang, Tak Kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s