Pernah Lumpuh?

Sewaktu kecil saya pernah menangis karena syaraf motorik saya tak bisa mengeksekusi perintah otak sehingga bahkan mengambil nasi dengan sendok pun saya tak mampu. Bagaimana jika kelumpuhan itu menyerang seluruh fungsi tubuh ya? Menangis pun mungkin tak bisa kalau tidak kelilipen!

Kelumpuhan, kalau boleh disebut sebagai sebuah ujian, barangkali merupakan ujian yang sangat berat, yang bisa membuat orang frustrasi, putus asa. Orang mengalami setback luar biasa dan diskrepansi antara otak dan syaraf motorik itu bisa membuat stress berat, apalagi jika yang lumpuh itu adalah sosok orang yang begitu mandiri dan memang menjadi andalan banyak orang. Kelumpuhan benar-benar bisa menghilangkan karakter pribadi: orang tak bisa lagi bernalar dengan baik dan semuanya serba teraduk-aduk oleh rasa perasaan dan emosi. Pada kenyataannya hidupnya memang berubah: ia jadi tergantung kepada orang lain, bisa jadi sering salah paham karena memang tak mudah memahami.

Orang lumpuh dalam teks Injil hari ini kurang lebih seperti itu juga. Ia ‘beruntung’ punya teman-teman yang solider dan mau membantunya. Cinta mereka membawa si lumpuh itu datang kepada Yesus. Yesus tak mengecewakan iman teman-temannya, tetapi juga tidak diam begitu saja atas sikap mereka terhadap kemungkinan kesembuhan melalui Yesus. Ia mengajarkan kepada setiap orang supaya melihat lebih dalam suatu persoalan, tidak berhenti pada penampakan atau simptom: ada kelumpuhan yang jauh lebih parah daripada kelumpuhan orang yang digotong dan dimasukkan melalui atap; yaitu kelumpuhan rohani.

Celakanya, kelumpuhan rohani justru pada umumnya secara kasat mata terlihat sebagai kekuatan, potensi besar, kekuasaan, dan sebagainya. Orang lumpuh secara fisik tak bisa mengandalkan diri sendiri, tetapi orang lumpuh rohani justru sosok pribadi yang tak mampu mengandalkan pihak lain, termasuk Allah sendiri. Jiwa orang lumpuh rohani ini tak bisa bergeser: beku, tertutup, terpaku kaku. Ia beranggapan bahwa orang lainlah yang harus berubah dan bertobat. Esok hari dimulai Tahun Suci rahmat Belas Kasih yang akan berlangsung sampai 20 November 2016 dan orang boleh mengingat bahwa kelumpuhan itu disembuhkan Yesus dengan pengampunan dosa.

Allah yang mahamurah, bantulah kami dalam Tahun Belas Kasih ini supaya dapat merasa-rasakan kelumpuhan jiwa kami dan kebutuhan kami akan Dikau, akan pengampunan-Mu. Semoga kami menemukan orang-orang yang sungguh menuntun kami kepada-Mu. Amin.


HARI SENIN ADVEN II C/2
Peringatan Wajib St. Ambrosius
7 Desember 2015

Yes 35,1-10
Luk 5,17-26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s