The Source Awakens

Sampai hari keempat Natal ini kok kisah kelahirannya cuma sekali ya? Hari kedua menyajikan kisah pembunuhan Stefanus. Hari ketiga, karena merayakan pesta Keluarga Kudus, memang aromanya indah, tetapi hari ini disodorkan lagi kisah pembunuhan sadis yang lebih massal. Maksudnya apa je Gereja Katolik memilih bacaan seperti ini pada masa Natal? Ini kan merusak suasana Natal, bukan?

Di kedalaman hati setiap orang terdapat potensi kualitas ‘Herodes’ yang bisa nongol dan membuat orang jadi serigala bagi yang lainnya: memakan orang lain. Dalam aneka mitos pada kultur primitif digambarkan bagaimana memakan orang lain memberi tambahan nyawa atau kekuatan. Hidup orang lain menjadi tambahan rasa percaya diri. Orang memegahkan diri, cekakak cekikik, arogan, sok kuasa di atas kerapuhan dan penderitaan orang lain. Pembunuhan massal oleh Herodes dalam kenyataan historis terjadi menjelang abad Masehi, tetapi hingga sekarang tradisi itu pun mengambil wujud lain: kematian massal karena kelaparan di daratan Afrika, pembunuhan massal oleh teroris dan aneka gontok-gontokan di level politis yang mengorbankan rakyat jelata, yang senantiasa ada dalam posisi rentan sebagaimana bayi-bayi lemah.

Dari insting Herodes itulah terkuak aneka kekerasan untuk mengeruk makanan yang tampak oleh mata telanjang untuk kepentingan diri. Teks Matius ditampilkan Gereja untuk mengundang pembaca memahami kenyataan historis yang begitu dramatis bukan dengan maksud supaya kita ‘rebutan balung’, melainkan untuk mengakses makanan sejati yang dalam Gereja Katolik disimbolkan dengan roti dan anggur dalam Ekaristi, yaitu Sabda Allah yang menjadi daging. Ini bukan lagi tradisi primitif untuk merebut nyawa orang lain, melainkan mengasimilasi Sabda Allah. Ini bukan untuk menunjukkan kelemahan, melainkan kekuatan dari Allah sendiri.

Umat beriman tak berfokus pada potensi kejahatan, kekerasan ala Herodes. Ia meletakkan seluruh dampak kekerasan dalam proses keselamatan Allah: darah manusia senantiasa disatukan dengan darah Kristus, sumber kekuatan dari Allah, yang dicurahkan untuk mengundang kesadaran manusia akan tawaran Allah. Rumusannya enak, pelaksanaannya… selamat menikmati.

Ya Allah, berilah aku mata jernih untuk semakin mampu beriman pada-Mu. Amin.


PESTA KANAK-KANAN SUCI
(Hari Keempat Oktaf Natal)
Senin, 28 Desember 2015

1Yoh 1,5-2,2
Mat 2,13-18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s