Teologi Angkat Pantat

Berbahagialah Matius yang duduk mager dan uang datang dengan sendirinya karena tugasnya memang duduk di tax booth di Kapernaum, yang terletak di jalur perdagangan dari Damaskus ke Galilea dan wilayah Mediterania, dan memungut pajak perdagangan. Pajak ini dibayar oleh pedagang tetapi tentu saja barang yang dipajaki ini sampai ke pembelinya dengan harga lebih mahal dan Matius mendapat asupan segar dari margin jual beli ini. Begitulah, ia menerima setoran pajak dari penduduk Yahudi. Ia tak perlu repot-repot merancang suatu pelatihan untuk program tax amnesty. Penduduk sudah tahu apa yang harus mereka setorkan padanya.

Ini benar-benar profesi yang menjijikkan untuk orang Yahudi, bukan karena mereka tidak paham perlunya pajak, melainkan karena mereka paham betul bahwa pajak itu justru dipungut untuk kepentingan sebesar-besarnya penjajah Romawi. Secara langsung sih Matius jadi perpanjangan tangan Herodes Antipas, tetapi itu sama saja: orang Yahudi memandang mereka sebagai pengkhianat bangsa Yahudi. Tak mengherankan bahwa orang-orang Yahudi mengucilkan orang seperti Matius sebagaimana mereka mengucilkan orang yang sakit kusta dan pendosa-pendosa lainnya.

Akan tetapi, ada orang Yahudi yang cara pandangnya berbeda dari cara pandang orang kebanyakan: Yesus. Alih-alih menjauhi orang kotor seperti Matius ini, Yesus malah mengajaknya untuk ikut bersama dia. Entah bagaimana Yesus ini mengajak Matius, tetapi pokoknya mereka malah berpesta, dan pesta itu dihadiri oleh orang sebangsa pengkhianat itu tadi, yaitu para pemungut pajak. Rupanya, alih-alih memandang melalui sudut mata dan menjauhi orang yang dianggap sebagai pendosa itu, Yesus melihat Matius dari kedalaman hatinya. Baginya, Matius bukan koruptor yang mesti didekati dengan aneka penghakiman dan penghukuman, melainkan orang sakit yang membutuhkan dokter, orang mati yang butuh kebangkitan.

Tentu bukan kebetulan bahwa Kitab Suci menuliskan ungkapan ‘berdirilah Matius (dan mengikut Yesus) ‘. Gak heroik kan kalo’ Kitab Suci mencatat orang duduk, berdiri, tidur, makan? Di mana sucinya coba?! Apa pentingnya dituliskan dalam Kitab Suci?

Pentingnya bisa dilihat dari dinamika kisah sendiri. Matius duduk mager, Yesus melihat Matius dan memanggilnya, lalu Matius berdiri dan mengikuti Yesus. Panggilan Yesus itu mengubah Matius dari duduk ke berdiri. Sepertinya berdiri itu sepele, tetapi mari pandang tindakan ini dari perspektif orang mager! Kalau perlu, sumonggo pelajari kata yang dipakai dalam bahasa Yunani: ἀναστὰς. Ini bukan berdiri dalam arti berolah raga. Ini kata yang punya konotasi tertentu yang juga dipakai misalnya dalam Kis 2,24; 9,41; 13,34 atau Mat 22,24 dan Mrk 9,10. Bisa berarti bangkit dari mati, lahir sebagai manusia baru. Singkatnya, panggilan Yesus membuat Matius mengangkat pantatnya sendiri (teologi angkat pantat!) untuk terlibat dalam proyek Yesus: memperhatikan mereka yang lemah, yang tak punya akses pada keselamatan karena mentalitas kekuasaan nan korup.

Dari manusia duduk mager, korban ketamakan tiada henti dan ketidakmautahuan terhadap kebijaksanaan hidup, Matius lahir kembali, mati terhadap kesia-siaannya. Semoga Matius bukan satu-satunya ‘penduduk’ mager yang melepaskan diri dari kenyamanan untuk mikir doang atau obsesi kepemilikan: duit, popularitas, kesuksesan, karir, perhatian, pujian, dan sebagainya.

Tuhan, mohon mata batin yang memungkinkan kami melihat sesama bukan untuk menghakimi dan menghukum, melainkan untuk mewujudkan keterlibatan kami dalam proyek keselamatan-Mu. Amin.


PESTA S. MATIUS (PENGINJIL)
(Rabu Biasa XXV C/2)
21 September 2016

Ef 4,1-7.11-13
Mat 9,9-13

Posting Tahun Lalu: Pendosa tapi Dipanggil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s