After Sale Service

Kalau Allah itu boleh diumpamakan sebagai pencipta mesin canggih, barangkali Dia adalah produsen mesin canggih yang memberikan lifetime warranty dan after sale service. Siapa yang membeli produk-Nya ya? Keknya ya gak ada, wong produk itu diberikan begitu saja. Kepada siapa? Nah, itu juga problem, seolah-olah ada agen yang berhadap-hadapan dengan Tuhan dan Tuhan menciptakan semesta ini bagi agen itu. Pandangan antroposentris menyatakan agen itu adalah manusia, tetapi maksudnya tentu ialah bahwa manusia memandang dirinya sebagai puncak ciptaan Tuhan itu. Agama-agama kiranya meyakini hal ini, yaitu bahwa manusia adalah makhluk ciptaan termulia, betapapun kemuliaan itu bisa diselewengkan atau disempurnakan.

Dalam agama, titik acuan penyelewengan atau penyempurnaan terletak pada Allah. Artinya, seperti dikatakan S. Ireneaus, gloria Dei vivens homo: dalam diri manusia yang hiduplah tertampakkan kemuliaan Allah. Pelecehan martabat hidup manusia, dengan demikian, juga adalah pelecehan terhadap kemuliaan Allah sendiri. Kapan pelecehan martabat hidup manusia terjadi? Ketika manusia diperlakukan sebagai angka, sebagai benda yang bisa dikebawahkan dalam hirarki kepentingan politik: ah, ini kan demi kepentingan mayoritas; ini kan demi kepentingan umum [lu kira yang jumlahnya sedikit ini gak masuk dalam yang ‘umum’ tadi?].

Maka, antropologi dalam agama selalu menunjuk pada relasi Allah-manusia. Dalam agama-agama Kristiani, relasi Allah-manusia itu ternyatakan secara adekuat pada sosok pribadi yang disebut Yesus Kristus. Dalam agama-agama lain, relasi itu diakomodasi oleh Kitab Suci yang menjadi pedoman hidup manusia di hadapan Allah. Entah sosok pribadi atau Kitab Suci atau ciptaan tertentu, perlu dilihat poin pokoknya: Allah-beserta-ciptaan-Nya. Maka, lifetime warranty dan after sale service tadi juga mengacu pada poin pokok ini, yaitu bahwa Allah sendiri menjadi penjamin karena Dia ada bersama ciptaan-Nya.

Pesta Malaikat Agung yang dirayakan Gereja Katolik hari ini, dengan demikian, juga menunjuk pada kerangka relasi Allah dan ciptaan-Nya itu. Mereka jadi tangan-tangan Allah yang tak terlihat oleh mata fisik biasa, tetapi memberi hasil kerja nyata demi lifetime warranty atau after sale service yang diberikan Allah. Believe it or not.

Tuhan, semoga para Malaikat Agung-Mu Kau beri kesabaran dan kekuatan prima untuk menemani peziarahan hidup kami kepada-Mu. Amin.


PESTA S. MIKAEL, GABRIEL, dan RAFAEL (Malaikat Agung)
(Kamis Biasa XXVI)
29 September 2016

Dan 7,9-20.13-14
Yoh 1,47-51

Posting Tahun 2015: Malaikat Kurang Kerjaan
Posting Tahun 2014: Zaman Modern Gini Masih Percaya Malaikat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s