Ribet Natalan

Kemarin saya ditanya temin muslim apakah orang Katolik itu merayakan Natal tanggal 24 Desember sedangkan yang Kristen 25 Desember. Susah juga menjawabnya. Setahu saya malah yang Kristen itu sudah sejak pertengahan Desember meriah dengan ucapan selamat Natal dan yang Katolik baru bisa merayakannya setelah misa 24 Desember (Christmas Eve).

Menurut ahli tetangga sebelah, dan saya setuju dengannya, Natal dirayakan dengan tiga Misa Kudus: malam Natal 24 Desember, misa pagi 25 Desember, dan akhirnya misa siang. Itu dimaksudkan untuk memahami tiga sisi kenyataan bagaimana Allah menyatakan Diri dengan kelahiran sosok Yesus. Pertama, kelahirannya sudah terjadi sejak awal, yaitu dalam kehendak Allah untuk mengangkat martabat kemanusiaan. Kenyataan kedua terjadi ketika Yesus lahir dari kandungan Maria. Ketiga, kelahiran secara rohani di dalam kehidupan orang beriman.

Lha, ini komentar mengenai teks untuk misa siang itu, suatu teks yang tak mudah, sarat makna: “Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah. Ia pada awal mulanya ada bersama dengan Allah” (Yoh 1,1-2). Mungkin baik diingat kisah penciptaan pada Kitab Kejadian: Ia mencipta dengan Sabda. Kalau Dia omong jadilah terang, ya jadilah terang. Omongan-Nya jadi kenyataan. Keren kan?

Cuma kalimat Yohanes bahwa Firman itu Allah barangkali perlu dilihat ungkapan aslinya. Kalau enggak, biasanya orang jatuh pada kesimpulan untuk menyamakan Firman dan Allah. Alih bahasa yang tepat, menurut ahli tetangga saya ini, ialah bahwa keilahian itu adalah Firman. Maksudnya untuk menekankan bahwa yang sedang dibicarakan, yakni Firman itu memiliki bagian dalam keilahian. Keilahian yang tremendum (menggentarkan) dan fascinosum (memesona), yang kerap terasa jauh itu kini mulai dekat dan dapat dicecapi manusia.

Sudah begitu saja ya, penulisnya lagi ribet natalan nih. Pokoknya, kalau orang bernatal sungguhan, ia semakin melihat dunia fana ini dalam kacamata nan sakral. Tak ada tempat, tak ada hal yang tak terhubung dengan keilahian itu.

Ya Tuhan, semoga kami semakin ngeh bahwa Engkau senantiasa hadir dalam hidup fana kami. Amin.


HARI RAYA NATAL (SIANG)
Minggu, 25 Desember 2016

Yes 52,7-10
Ibr 1,1-6
Yoh 1,1-18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s