Detachment 1 2 3

Kalau Anda sungguh-sungguh ingin beriman, dengan label agama mana pun, sekurang-kurangnya tiga hal ini mesti tersedia: detachment 1, detachment 2, dan detachment 3.🤭 Yang pertama merujuk pada barang-barang material. Yang kedua menunjuk pada masa lampau yang telah paripurna. Yang ketiga mengacu pada ikatan emosional-biologis. Detachment tidak mengatakan bahwa 123 itu tidak penting atau tidak berguna. Sangat penting, sangat berguna. Detachment menyatakan bahwa hidup orang beriman tidak dikuasai oleh 123 itu.

Kalau hidup orang dikuasai oleh yang pertama, seluruh hidupnya dicurahkan untuk mencari rasa aman dari yang pertama itu. Harga dirinya sangat identik dengan barang-barang material dan pikiran-pikirannya pun tertambat pada kepalsuan yang direnda oleh hal-hal yang melulu indrawi. Kualitas relasi bergantung pada ada tidaknya barang-barang material, dan lebih parah lagi, respek terhadap orang lain bergantung pada merk atau kesan yang ditampilkan oleh kemewahan barang-barang material tadi.

Jika orang dicengkeram oleh yang kedua, ia kehilangan potensi aktualisasi diri karena terikat oleh masa lalu yang tak bisa kembali. Kenapa? Waktunya habis untuk meratapi atau nyinyir atas masa lalu yang terkubur waktu. Alih-alih mencoba memecahkan misteri cinta ilahi, orang jadi lebih mudah melihat diri sebagai victim, sebagai korban kejahatan orang lain, dan seluruh orientasi hidupnya cuma jadi ajang balas budi atau balas dendam atas masa lalu yang terpasung dalam kefanaan, dalam kesia-siaan.

Kalau orang diperbudak oleh yang ketiga, ia tak bisa belajar dari sesuatu yang baru, yang berbeda, yang transenden. Orang seperti ini menjadi manusia tribal dengan ikatan primordial yang kental, yang mengalahkan segalanya sehingga nepotisme bisa merajalela atau meratulela. Alih-alih mencoba menaruh empati pada hal yang berbeda, orang jadi chauvinistik dan menganggap nilai yang dijunjung tradisi keluarga, suku, agamanyalah yang paling benar daripada aneka keyakinan yang ada di seantero jagad.

Dalam kesemuanya itu, agama bukan lagi perkara iman, melainkan perkara memenuhi kewajiban. Agama bukan lagi ungkapan cinta dari kedalaman hati yang tertambat pada Allah yang begitu rahim, melainkan soal mengikuti aturan, rubrik, protokol, dan semacamnya. Hidupnya baik, tapi naif, kalau bukan munafik. Hidupnya sukses, tapi itu hanya ekses dari egoisme dan individualismenya. Jangan salah, ini tidak mengatakan bahwa orang sukses itu egois dan individualis. Ada juga orang sukses yang keberhasilan hidupnya justru berasal dari implementasi imannya. Tak perlu saya beri contoh bagaimana orang yang semakin beriman malah rezekinya mengalir tiada henti atau bisnisnya berkembang pesat.

Akan tetapi, orang sukses yang beriman ini hidupnya tak hancur manakala bisnisnya buyar. Tiada lain karena ia memiliki detachment 123 tadi. Mungkin sulit dibayangkan, tetapi kalau orang sungguh mengalaminya, kebahagiaannya tiada tara: bekerja sekuat tenaga tanpa diperbudak oleh hasil pekerjaannya sendiri. Ini berarti pekerjaannya dilakukan karena kekuatan dari dalam, dari cinta yang diperolehnya dari Allah sendiri.

Semoga semua makhluk berbahagia, juga jika mesti berpeluh, bekerja keras, dan menderita. Amin.


RABU BIASA XXVI A/2
Pw S. Hieronimus
30 September 2020

Ayb 9,1-12.14-16
Luk 9,57-62

Rabu Biasa XXVI C/2 2016: Hello Bystander!
Rabu Biasa XXVI A/2 2014: Tak Sayang, Tak Kenal

1 reply

  1. Detachment, mengingatkan pd satu film lama, suram, banyak makian, khas kehdpn lama NY, mereka mengambil quotes dr Albert Camus, -and never hv I felt so deeply at one and the same time so detached from myself and so present in the world-. Hdp dianggap absurd. Keberadaan nyaris tdk berarti. Kt terlihat, nmn sekaligus hanya bayangan. Hdp dipenuhi dg hal2 dangkal yg dipasarkn dn diperdebatkan org2. Org2 slg bersaing, menjd lawan, dn di situ kenaifan menjd kebodohan, dn sasaran empuk, hiks. 😔 pdhl seandainya mns menjd teman satu sama lain, 😔 bumi mungkin menjd tempat favorit Allah di alam semesta, dn mns adh kegemaranNya. Lagi2 naif. 😔 Mungkin mns mmg suka berperang, atau mungkin butuh eksis, krn satu sebab atau entah krn sb lain, yg kdg diri sendiripun tdk tau. Bumi nyaris penuh dg mns yg saling curiga dn terluka.
    Sy suka doa Rm, semoga semua makhluk berbahagia, Amin. sama2 berupaya, bekerja keras, dn tdk perlu menderita, Amin #naif😋# mns, atau setdknya mnrt sy, adh makhluk yg tdk dpt hdp tanpa perasaan, perasaan adh bagian diri mns. Tp entahlah, skg yg digemari, toh the walking dead, sampai wahananya masuk universal studios,😆 aka zombie, ada lagunya jg😅 semoga semua berbahagia, Amin

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s