HOT

Published by

on

Jangan bilang siapa-siapa ya, pada akhir bulan Januari, dua tahun lalu, Paus Fransiskus menetapkan minggu keempat bulan Juli adalah Hari Kakek Nenek Sedunia. Saya usul, tidak usahlah Anda telpon atau wa kakek nenek Anda dan mengucapkan selamat Hari Kakek Nenek. Tapi, ini cuma usul, kalau Anda mau melakukannya, selagi masih bisa, juga gapapa. Saya sendiri tidak berminat cucu saya datang mengucapkan selamat hari kakek nenek. Njuk ngopo kalau sudah diselamati, jadi lebih muda gitu po?

Saya punya banyak kisah mengenai kakek nenek saya, mulai dari yang saru sampai yang bikin haru; tapi saya hanya mau cerita pengalaman dengan kakek-nenek keponakan saya; yaitu ketika pertama kali saya hidup di asrama selepas SMP. Jelek2 gini SMP saya di Jaksel loh, literally (literally jeleknya ya, Rom)! Nah, asrama pertama yang saya hidupi itu adanya di desa di dekat Magelang sono. Menyenangkan ketemu teman-teman yang bukan dari Jaksel wkwkwkwkwk.

Zaman jebot, tak ada komunikasi yang bisa dilakukan dari asrama kecuali via telpon; itu pun harus izin rektor, dan paling-paling hanya untuk emergency, bukan untuk kangen-kangenan. Jadi, rasanya tak mungkinlah saya bisa telpon kakek-nenek keponakan saya. Bukan karena tak mungkin dapat izin, melainkan karena bapak simbok saya tak punya telpon.
Tapi syukurlah, saya bukan anak yang gampang rindu rumah, sejak kelas tiga SD saya keluyuran jauh meninggalkan rumah yang gak ada telponnya itu wkwkwkwk. Setiap tahun pasti selama seminggu atau sepuluh hari keliling Jawa dan tak pernah sekali pun saya rindu rumah.

Nah, ceritanya tuh, di akhir bulan pertama, ada acara yang disebut HOT: Hari Orang Tua. Simbolnya botol anggur, kalau saya tak salah ingat. Pada hari itu, semua orang tua siswa tahun pertama datang, dari berbagai penjuru, untuk melepaskan kangen. Memang sebagian teman saya kelihatan betul ada yang berpenyakit malarindu sampai nangis-nangis segala, nggilani. Tak mengherankan, acara HOT itu pastinya membahagiakan baik bagi para orang tua maupun anak-anak mereka.

Tibalah saatnya HOT. Ramai sekali, meriah, suasana gembira di seluruh kompleks; saya bisa merasakannya sampai terjadi sesuatu pada saya. Pamong saya menanyai saya di mana orang tua saya. Saya katakan mungkin nanti siang. Sampai siang, tak kunjung kelihatan juga batang hidung mereka. Saya mulai gelisah. Sampai sore, semua orang tua sudah meninggalkan kompleks, orang tua saya tak kunjung datang juga; tidak hari itu, tidak besoknya lagi, juga setelah besoknya lagi. Saya tidak bisa telpon ke rumah; kan sudah saya bilang bapak simbok saya tak punya telpon.

Beberapa hari setelah HOT itulah kali pertama saya menangis karena merasa orang tua saya benar-benar tak mencintai saya, nggilani og.
Pada hari Minggu sesudah HOT itu, batang hidung yang kedatangannya saya harapkan seminggu sebelumnya itu kelihatan! Asem tenan og. HOT sendirian deh. Isinya adalah bapak simbok saya minta maaf karena surat undangan acara HOT itu tibanya pas hari HOT akibat tukang posnya orang baru yang belum kenal Jaksel! Mereka kecewa sekali tidak sanggup charter kereta cepat atau helikopter pada hari-H itu.

Ya mau bagaimana lagi, orang minta maaf ya dimaafkan saja toh, wong jebulnya kesimpulan saya ya keliru. Mereka bukannya tak mencintai saya, melainkan ada keterbatasan di sana sini sehingga wujud cinta mereka saya tangkap berbeda.
Barangkali, cara berpikir seperti ini membutuhkan HOTS juga, high order thinking skills: kreativitas untuk berpikir kritis untuk mengambil keputusan dan memecahkan persoalan. HOTS ini yang tidak dimiliki hamba-hamba yang dalam perumpamaan hari ini mengusulkan pemecahan masalah secara simplistis: kalau ada yang baik dan buruk, habisi saja yang buruk supaya yang boleh ada hanyalah yang baik. Kalau ada yang nyleneh, menyeleweng, sikat saja supaya tak ada lagi kekacauan dan yang ada hanya keteraturan, dan seterusnya.
Jangan-jangan, beriman itu membutuhkam HOTS juga…

Tuhan, mohon rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu juga di tengah-tengah kekuatan yang nyata-nyata melawannya. Amin.


MINGGU BIASA XVI A/1
23 Juli 2023

Keb 12,13.16-19
Rm 8,26-27

Mat 13,24-43

Posting 2020: Perang atau Damai
Posting 2017: Kurang Satu Strip…

Posting 2014: Just Do Your Job

Previous Post
Next Post