Apakah Allah menghendaki Hari Orang Miskin Sedunia? Tampaknya tidak. Yang menginisiasinya adalah Paus Fransiskus, sewindu yang lalu.
Apakah Allah menghendaki adanya orang miskin? Saya yakin tidak. Allah macam mana yang menginginkan umat-Nya menderita karena miskin?
Loh, katanya Yesus itu menderita dan itu karena kehendak Allah, Rom; berarti Dia juga dong yang menghendaki (kemiskinan dan) penderitaan manusia?
Hmmm, keknya ada yang janggal deh kesimpulannya.
Saya kok yakin Allah tidak menghendaki kehancuran umat-Nya, juga kemiskinan. Saya yakin Allah yang mahabesar ini menghendaki kebaikan umat manusia. Problemnya tidak terletak pada kehendak Allah, tetapi pada bagaimana manusia mengejar kebaikan itu. Teks bacaan hari ini menunjukkan jalannya, tetapi mungkin juga kita baca secara naif karena bahasa yang dipakai penulis Markus ini begitu apokaliptik, bernuansa kiamat, dan bikin pembacanya mengira ini adalah obrolan tentang akhir zaman yang entah kapan terjadinya sehingga malaikat pun gak ngerti.
Kata-kata seperti ‘matahari, bulan, bintang, kuasa langit’ yang dipakai Markus sebetulnya menyiratkan paham populer pada masa Markus menulis Injilnya. Sudah sejak awal gerakannya, Yesus mengingatkan orang banyak bahwa kalau perilaku mereka tidak berubah dan mengikuti hukum rimba seperti diterapkan oleh para penguasa sejak zaman Babilonia, Media Persia, Aleksander Agung, dan Kekaisaran Romawi, Yerusalem sebagai pusat kultur, ekonomi, dan politik, akan luluh lantak. Pada kenyataannya, sekitar tahun 70 Masehi memang Bait Allah Yerusalem dihancurkan dan orang-orang Israel menangkapnya sebagai akhir zaman.
Penulis Markus tampaknya ingat betul bahwa Yesus kira-kira pernah mengatakan bahwa bahkan meskipun Bait Allah itu hancur, Kerajaan Allah tak akan berlalu, karena Kerajaan Allah itulah yang mengakhiri zaman kekuasaan hukum rimba. Kitab Daniel 7 mendeskripsikan empat binatang buas yang kira-kira menunjuk keberingasan penguasa-penguasa yang tadi saya sebut: singa, beruang, macan tutul, dan entah apa nama binatang terakhir yang mengerikan itu. Oleh bangsa-bangsa di Timur Tengah saat itu, penguasa-penguasa itu bak Allah sendiri dan karenanya digambarkan seperti matahari dan bintang di langit. Yesus sedemikian yakin bahwa kekuasaan hukum rimba dari langit itu bakal runtuh oleh kekuasaan anak manusia, yang padanya sungguh ditanamkan hati manusia. Dengan hati macam begini, harapan dunia baru terus terpelihara.
Dengan demikian, Allah menginginkan kebaikan umat manusia, tetapi tidak dengan cara-cara penguasa brutal dengan hati buas tadi. Yesus berpesan supaya pengikutnya tak mencemaskan kekuasaan hewani karena kekuasaan jenis ini akan tumbang. Markus menuturkannya dengan mengingat pesan Yesus: malaikat akan diutus mengumpulkan mereka yang terpencar karena penganiayaan untuk berkumpul kembali dari empat penjuru. Tak usah ribet membayangkan malaikat itu seperti apa; merekalah yang jadi media bagi harapan akan dunia baru, harapan akan keselamatan.
Nah, ini bukan untuk menakut-nakuti. Akui saja bahwa gelombang PHK semakin kentara; daya beli masyarakat mungkin tidak sebaik satu dekade lalu; dan jika PPN betul akan dinaikkan, sudah pasti beban konsumen akan bertambah juga. Di sana perang harga, di sebelah sananya lagi perang senjata, ada juga perang di dumay, dan seterusnya.
Di hadapan situasi katastrofe, orang naif hanya akan mengambil refren ala Napoleon: there is nothing we can do; yang lainnya terjerembab ke fatalisme atau pesimisme dan ujung-ujungnya hidup cari selamat sendiri-sendiri bak berhadapan dengan binatang buas empat sekawan tadi. Orang beriman tidak mengambil refren seperti itu karena Sabda Allah tak akan berlalu seperti badai. Orang beriman mungkin saja kehilangan optimisme, tetapi harapannya yang didasarkan pada Sabda Allah akan menegarkannya untuk tidak hanyut dalam hukum rimba. Harapan untuk mengakhiri zaman hukum rimba itu, pada gilirannya, mesti diungkapkan tanpa memaksa orang di sekelilingnya untuk jadi dukun atau peserta cepat tepat atau main tebak-tebakan.
Tuhan, semoga harapan kami akan dunia baru sungguh ternyatakan dalam pilihan-pilihan hidup kami. Amin.
HARI MINGGU BIASA XXXIII B/2
Hari Orang Miskin Sedunia
17 November 2024
Dan 12,1-3
Ibr 10,11-14.18
Mrk 13,24-32
Posting 2021: Soul Feelings
Posting 2018: Kiamat Datang
Posting 2015: Agama Membosankan
