Apa Itu Panggilan Suci?

Minggu Prapaska II A/2

Kej 12,1-4a
Tuhan meminta Abraham pergi dari tempat asalnya. Allah memanggil Abraham masuk dalam proyeknya meskipun awalnya tidak ada keterangan lengkap.

2Tim 1:8b-10
Panggilan Allah kepada umat kristiani adalah panggilan suci yang didasarkan pada kasih karunia-Nya dan layak dihidupi bahkan dengan menanggung derita karenanya.

Mat 17,1-9
Inilah anak yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan, dengarkanlah dia.


Kesucian panggilan seseorang tidak bergantung pada jabatan atau status seseorang (dia uskup atau paus, biarawan/wati atau awam), jenis pekerjaan atau hasil kerja kerasnya. Kesucian panggilan bergantung pada sosok yang memanggil, yang membuka tabir jati diri orang sebagai anak Allah. Tidak mengherankan, Abraham diminta untuk pergi begitu saja tanpa diberitahu tempat tujuan, seolah-olah seperti diuji, tetapi barangkali lebih masuk akal begitu. Andaikanlah Abraham disuruh pergi ke kota Jakarta, tentu ia akan sibuk berpikir di manakah Jakarta, bagaimana caranya ke sana, di sana ada apa saja, orang-orangnya seperti apa, apa yang bisa dibuat, bla bla bla…

Allah menyuruh Abraham pergi, dan memberikan beberapa janji, lama kelamaan tahulah Abraham siapa sosok yang menyuruhnya pergi ini. Bisa jadi ia bertanya-tanya Tuhan ini maksudnya piye meminta pergi kok gak jelas tempat tujuannya. Tapi karena hal yang disodorkan-Nya begitu penting, Abraham pun menyerahkan dirinya pada proyek Allah itu. Proyek-Nya layak diambil, berapapun harga yang mesti dibayarkan.

Itu pula yang diwartakan Paulus: tak perlu malu kalau menanggung derita karena kabar gembira Kristus. Peristiwa hidup-kematian-kebangkitan Kristus menjadi jaminan yang tak teragukan dan orang layak memperjuangkannya. Inilah yang dialami tiga rasul dalam peristiwa transfigurasi di atas bukit. Mereka melihat kemuliaan Kristus hanya untuk pada akhirnya kembali kepada yang biasa; tak ada lagi Musa dan Elia, Yesus sendirian. Akan tetapi, sekurang-kurangnya mereka telah melihat alasan mengapa Kristus layak mereka ikuti dalam keseharian hidup mereka.

Di situlah panggilan suci: menampakkan kemuliaan Tuhan dalam pekerjaan dan hidup yang serba biasa. Konon, itu berarti melakukan hal-hal yang biasa secara luar biasa karena melakukannya sebagai panggilan Allah sendiri. Point of view matters…

Categories: Daily Reflection

Tagged as: , ,

4 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s