Apa hubungan pemilu dan pertobatan?

Pada dua pemilu sebelumnya saya benar-benar buta mengenai pemilihan umum; maklum, sudah lama saya golput dan begitu saya mau ikut nyontreng, ada begitu banyak wajah yang terpampang: yang kelihatan santun, alim, ramah, berwibawa…. tapi tak satu pun yang saya tahu kecuali pada saat pemilihan presiden.Pemilu kali ini pun sebetulnya menampilkan begitu banyak caleg yang untuk saya anonim, tetapi pedomannya lebih terang daripada pemilu-pemilu sebelumnya.

Akan tetapi, apa toh relevansinya pemilu juga dari sudut pandang rohani??? Ngapain juga posting tulisan menyoal pemilu, dihubungkan dengan pertobatan pula!!! Mengada-ada abis…

Seandainya orang paham arti pertobatan, yang bukan sekadar kapok melakukan sesuatu (dosa), logisnya, ia tidak memilih golput. Kenapa? Karena golput berarti abstain, gak mau melibatkan diri, apapun alasannya. Kalau saya percaya Allah adalah sang pencipta dan Dia terus menerus mencipta, bersama sekian milyar manusia, tentu bagaimana Dia mencipta juga akan dipengaruhi oleh bagaimana manusianya sendiri terlibat dalam penciptaan itu.

Mau tunggu sampai muncul partai2 bersih dan ideal? Haiyaaaa….nanti di akhirat sana.
Sekarang ini, sekurang-kurangnya orang bisa berbuat sesuatu, sekecil apapun, untuk memberikan pengaruhnya bagi proses penciptaan Allah itu sendiri.

19pemilu2014-logoLha njuk piye, aku kudu nyoblos apa?
Lha saya juga gak tahu. Sumangga karsa, nyumanggaaken! Saya sendiri sudah sejak selesai skripsi mengenai demokrasi menjadi apatis terhadap aneka intrik politik di bumi pertiwi ini. Memori saya sudah tidak bisa lagi menampung macam-macam nama politikus atau pengamat politik yang bersliweran di media massa dengan aneka permainan politik atau pernyataan yang membuat saya kehilangan trust, dan itu semakin diteguhkan lagi oleh profesor politik komparatif Arend Lijphart yang mengingatkan saya bahwa poin utamanya bukan prosedur demokrasi (ada pemilu, legislatif eksekutif yudikatif, dlsj). Untuk masyarakat majemuk seperti Indonesia dibutuhkan tokoh2 yang punya good will, good heart… Tanpa itu, orang bisa lobi-lobi untuk kerja sama, tapi dalam arti konspiratif.

Saya cuma meyakini beberapa catatan berikut ini:

  1. Demokrasi tak pernah compatible dengan militer. Bayangkanlah kita rapat warga untuk mengambil keputusan penting dan salah satu peserta rapatnya punya senjata… apa ya senjata itu tidak andil sesuatu di situ?
  2. Teokrasi bukan zamannya sekarang ini.
  3. Demokrasi juga bisa sangat lembek di hadapan kapitalisme.

Menurut petunyuk ahli sih, coblos partai yang kira-kira bakal-presidennya kemungkinan besar menjadi presiden; jangan pilih partai kecil yang kemungkinan lolosnya kecil, supaya suara kita gak sia-sia… Lha, itu berarti kurang lebih jelas ya, paling-paling hanya ada tiga partai besar, yang bukan partai penguasa sekarang ini.

Lalu…partai agama…basi ah…
Selanjutnya, meskipun kapital memang penting, tapi kalau diekstremkan jadi kapitalisme, sepertinya malah kontra produktif: apa-apa aja mau diputar supaya kapitalnya nambah… maka kaum kecil ya gak bakal masuk hitungan… padahal Indonesia ini berapa persen masuk dalam kelompok kaum kecil itu!
Dengan demikian, jelas dong siapa yang perlu kita pilih?

Untuk presiden mah jelas… lha untuk legislatif?

Lha ya itu tadi: kalau tak tahu siapa orangnya, pilih saja partainya tooo…

Kalau kenal orang, itu lebih baik. Kalau punya ilmu membaca wajah, nah… ini bisa sambung dengan teologi nih. Pilihlah caleg yang lebih menampakkan wajah Allah daripada wajah genderuwo. Seperti apa wajah Allah? Nah, seorang sosiolog bilang bahwa orang Katolik meyakini bahwa Allah yang Esa itu baru bisa dipahami melalui sosok Yesus Kristus. Nah, tinggal digali saja ciri-ciri yang klop dengan sosok Yesus Kristus itu: perhatiannya kepada orang kecil, komitmennya kepada bonum commune yang dipegangnya sampai mati, tanpa senjata, menggerakkan hati, dst…

Kalau menemukan sosok wajah seperti itu, meskipun tentu bukan yang terbaik, jangan ragu-ragu… TUBELESS alias coblos sajah!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s