Money Politics in the Bible

Black campaign rupanya terkait dengan money politics juga ya dan itu terjadi juga pada masa seputar kebangkitan Yesus: para penjaga itu harus mewartakan bahwa murid-murid Yesus datang pada malam hari dan mengambil mayat Yesus ketika mereka sedang tidur. Wah, apa kata boss nanti kalau dia tahu mereka bertugas jaga kok malah tidur??? Hmmm…tenang brow… urusan dengan wali negeri akan kami bereskan, pokoknya tugasmu sekarang adalah menghembuskan kabar pencurian mayat itu. “Trus, kami dapat apa?” “Nyooooh…dhak wenehi duit segepok!” Begitulah kiranya konspirasi para imam kepala, penjaga makam, dan wali negeri.

money-politicsBagaimana melawan black campaign dan money politics itu? Tampaknya sulit sekali.

Di hadapan sulitnya akses terhadap fakta yang sebenarnya, orang dihadapkan pada pilihan untuk memilih data mana yang layak dipercaya. Ini adalah soal kredibilitas dan akuntabilitas. Bacaan pertama juga menunjukkan dua kriteria untuk memenuhi dua tuntutan itu. Pertama, ada acuan Kitab Suci, yaitu bahwa memang nubuat-nubuat para nabi itu klop dengan apa yang dialami Yesus dari Nazaret itu. Bukankah Kitab Suci sudah diterima oleh orang-orang Yahudi sebagai pedoman mereka memahami kehidupan ini? Lha, Yesus dari Nazaret itu sepak terjangnya kok bener-bener plek, persis dengan yang disampaikan para nabi dan tokoh Perjanjian Lama.

Kedua, pesan utama dari sumber yang terpercaya itu disokong juga oleh kesaksian hidup pribadi orang yang mewartakannya. Artinya, Petrus dan kawan-kawannya, tentu termasuk Maria Magdalena dan Maria yang lainnya, mengiringi warta kebangkitan itu dengan hidup mereka sendiri. Apa yang mereka percayai itu sungguh merasuk, terwujud, klop dengan tingkah laku mereka sendiri. Memang semula mereka merasa takut, kecewa, bingung, dan sebagainya. Akan tetapi, persekutuan mereka, perjamuan mereka memberikan buah yang mencengangkan dalam hidup pribadi mereka. Itulah yang mengkonfirmasi kebangkitan.

Konon, Sartre sang filsuf eksistensialis itu mengatakan kurang lebih begini: kayaknya bakal indah sekali kalo Kristus itu benar-benar bangkit, tetapi kalian orang-orang Kristen itu mesti meyakinkan saya soal kebangkitan itu dengan “menyanyikan lagu lain” dalam hidup ini. Ini adalah tantangan orang Katolik untuk memberi kesaksian soal Ekaristi misalnya. Macam-macam alasan bisa melandasi orang pergi ke gereja, melakukan puji-pujian, lagu kharismatik, adorasi Ekaristi, temu raya pastoral, world youth day, dan sebagainya, tetapi cuma satu yang bisa meyakinkan dunia ini: jika persekutuan itu sambung dengan pergulatan, perjuangan, gerakan bonum commune. Halah…. nongol lagi istilah ini.

Dua hal itu, warta Kitab Suci dan kesaksian hidup pribadi, menjadi peranti untuk menghadapi kebohongan black campaign dan money politics.


SENIN DALAM OKTAF PASKA

Kis 2,14.22-32
Mat 28,8-15

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s