Demi Kebaikan, Jangan Takut!

Orang-orang Yahudi di Korintus mempersoalkan pewartaan Paulus untuk menyembah Tuhan dengan jalan berbeda. Apa sih itu? Hukum Yahudi memuat janji akan nabi yang dibangkitkan Tuhan bagi mereka dan sekarang Paulus mengajak orang untuk percaya kepada nabi itu. Ia datang tidak untuk menghancurkan Hukum Taurat, tetapi justru untuk menggenapinya. Di Korintus jelas mereka tidak bisa melakukan ibadat seperti di Yerusalem. Maka, Paulus mengajari orang untuk menyembah Tuhan dalam Kristus, dan menyembah-Nya dalam Roh. Tentu saja ini bukan penyelewengan, justru penyempurnaan hukum untuk memuji Tuhan.

Akan tetapi, banyak yang tak melihat medan luas di luar bahasa hukum; mereka menganggap cara Paulus itu melawan hukum, bagaimanapun prosesnya, apapun penjelasannya. Mereka pun memperadilkan Paulus. Tuntutan ini tidak diterima Galio, gubernur Akhaya, karena di luar yurisdiksinya. Ya jelaslah, mosok urusan intern doktrin agama ditangani negara?! Anehnya, Sostenes kepala rumah ibadat, kiranya teman Paulus, diserang orang banyak dan Galio juga mendiamkannya. Lha njuk dia itu ngapain di situ ya? Seharusnya, pemimpin yang baik menerapkan prinsip subsidiaritas: kalau satuan masyarakat punya kewenangan cukup untuk mengatur dirinya, pemimpin jangan intervensi; tetapi kalau satuan masyarakat itu tak punya potensi untuk mengatur diri karena relasinya dengan tatanan yang lebih luas, pemimpin harus intervensi.

Lha kok Sostenes dipukuli orang banyak Galio ini juga diam saja! Golput juga dia. Takutkah?

Benarlah kata Yesus dalam Injil: sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia bergembira. Sostenes barangkali malah sengaja menjadi bumper bagi Paulus supaya pergi dari situ. Paulus tentu prihatin karena hal yang menimpa Sostenes, sementara orang banyak puas bisa melampiaskan kemarahan mereka terhadap Paulus dan kekecewaan atas penolakan Galio.

Anies Baswedan layak dipuji karena memiliki keberanian untuk mengikuti kata hatinya, tidak diombang-ambingkan oleh potensi ejekan atau hinaan yang bisa muncul karena pilihannya. Dari segi proses pemilihan, jalan yang ditempuh Anies kiranya jalan yang mengarah kepada kebenaran. Rumusannya sederhana: membantu orang baik. Sostenes, tidak seperti Galio yang diam saja, membantu Paulus supaya tidak dimangsa oleh orang-orang berorientasi hukum yang landasannya kopong.

AniesJUMAT PASKA VI
30 Mei 2014

Kis 18,9-18
Yoh 16,20-23a

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s