Vanity: Target Orang Muna’

Entah apa yang ada di benak perempuan berbahasa Inggris setiap kali mereka menyebut properti yang berhubungan dengan penampilan mereka: vanity case dan vanity table. Apalagi jika diingat refren film Devil’s Advocate yang dibintangi Al Pacino: Vanity is absolutely my favorite sin.

Kok bisa sih tas berisi alat-alat kecantikan itu disepakati dalam bahasa Inggris dengan sebutan vanity case dan meja riasnya disebut vanity table? Jangan-jangan mereka tidak tahu bahwa akar kata vanity berasal dari kata Latin vanus yang artinya: kosong! Atau justru mereka tahu persis arti vanity dan dengan sengaja mengejar kekosongan, superfisialitas hidup itu?

Cipika-Cipiki-Prabowo-Jokowi-640x360 Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary diambil contoh kalimat yang kiranya tepat untuk konteks Indonesia saat ini (dan mungkin sejak dulu juga): Politics is too often concerned only with the personal vanities of politicians! Itu jelaslah bikin muak rakyat yang sadar diri bahwa bangsanya masih carut marut dan terus-menerus disuguhi retorika besar mengenai kebocoran bla bla bla… 

Loh, trus mosok gak boleh dandan, Romo? Mosok gak boleh menguasai teknik retorika yang baik? Mosok gak boleh mempelajari kiat-kiat persuasif mempengaruhi orang banyak?
Lha yang bilang gak boleh juga siapa?

Setiap orang kiranya tahu apa yang dikejarnya dalam hidup. Tentu untuk mengejar impian itu ia mencari cara. Nah, di situlah problemnya. Tidak semua cara menjamin  autentisitas tujuan, sementara tujuan sendiri tidak begitu saja menghalalkan segala cara. Pada titik tertentu orang perlu berhenti sejenak untuk meneliti diri apakah kobaran api jiwanya mengangkat tatapan sesama kepada Allah sendiri seperti Elia dengan kereta kuda berapinya menuju surga, atau gelegar semangatnya malah menebar kekhawatiran dan kecemasan orang lain!

Barangkali tolok ukur sederhana untuk meneliti diri itu ialah pertanyaan mengenai prioritas nilai yang diperjuangkan orang di hadapan kematian. Semakin orang punya prioritas nilai yang mengarah pada bonum commune, semakin ia autentik terhadap kehidupan bangsa manusia. Arah yang sebaliknya akan membawa orang munafik pada the vanity of human ambition in the face of death!


RABU BIASA XI
18 Juni 2014

2Raj 2,1.6-14
Mat 6,1-6.16-18

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s