Memelihara Berhala…

Ada orang yang memiliki hobi mengoleksi benda seni atau bersejarah, berapapun uang yang harus digelontorkannya. Ada orang yang tak punya rasa seni atau sejarah dan mengoleksi barang untuk diubah jadi uang. Ini yang dikenal sebagai pemulung. Akan tetapi, ada orang yang bukan pemulung, tak punya hobi seperti kolektor seni atau benda bersejarah, yang di kamarnya ada jauh lebih banyak benda yang tak punya nilai pakai, entah apa sebutannya. Yang jelas, sebagai bangsa manusia, semua orang terlibat dan punya ciri kelompok terakhir ini: menciptakan sampah yang susah dibuang dan mau tak mau tersimpan di bumi ini dan membahayakan makhluk lainnya.

Footstep

Jenis sampah seperti ini barangkali belum dikenal oleh Yesus pada zamannya sehingga ia memberi nasihat supaya orang koleksi harta di surga: di sana ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Akan tetapi, di bumi ini pun ada harta yang tahan ngengat dan karat bahkan pencuri pun gak mau mengambilnya!

Tentu bukan itu poin yang dimaksud Yesus. Ia mengundang orang mengumpulkan harta surgawi karena harta itulah yang memberi jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat. Konon, di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Harta duniawi membutuhkan proteksi ketat, baik secara spontan (dengan aneka pagar atau sistem keamanan canggih) maupun secara sistematis (melalui hukum). Bayangkanlah bagaimana bank senantiasa membuat perlindungan bagi nasabahnya, bahkan dengan biaya mahal. Harta surgawi justru punya karakter terbuka: dimiliki semakin banyak orang ya malah semakin baik, tak perlu pagar atau sekat. Semakin orang menciptakan pagar dan sekat untuk suatu proteksi ketat, justru semakin perlu waspada: barangkali ia sedang memelihara berhala!

Melindungi harta duniawi memang baik, tetapi menjadi naif jika tujuan proteksi itu justru untuk memblokade akses harta surgawi. Bacaan pertama hari ini memberi insight bahwa Allah pun melindungi Yoas dari kekafiran Atalya, keturunan Izebel yang licik itu, untuk di kemudian hari membebaskan bangsanya dari penyembahan berhala dewa Baal. Jadi, poinnya bukan soal melindungi harta duniawi, melainkan soal tujuan melindungi harta duniawi itu.

Ada orang yang menyimpan rahasia atau benda atau orang lain demi menyerang atau menghancurkan pihak lain dan membahayakan bangsa manusia; tetapi ada juga yang melindungi ‘harta’ seperti itu tadi justru untuk mengungkap kebenaran surgawi. Wah, maksude apa je, Romo? Silakan cari sendiri…


JUMAT BIASA XI
20 Juni 2014

2Raj 11,1-4.9-18.20
Mat 6,19-23

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s