Minions Hilang Arah

Kalau mau update status Gereja Katolik, silakan klik link berikut ini: http://w2.vatican.va/content/francesco/en/encyclicals/documents/papa-francesco_20150524_enciclica-laudato-si.html. Itu dokumen panjang yang bisa didownload dan bisa dijadikan bahan renungan sepanjang tahun, tapi tentu lebih penting lagi tindak lanjutnya. Kemunculan ensiklik itu bahkan juga diantisipasi dengan teaser pada Youtube.

Dalam beberapa hari ini mungkin akan muncul beberapa reaksi atas ensiklik tersebut, terutama dari pihak-pihak yang terus mengedepankan isu bahwa perubahan iklim itu hoax, atau minimal bukan akibat perilaku manusia. Bagaimana menyikapinya, jelas: jika ada bukti-bukti saintifik bahwa perilaku manusia mengubah pola alam dan orang menolaknya, berarti ada kepentingan ideologis yang dibela mati-matian.

Untuk kepentingan hari ini, bisa dikutip dari ensiklik itu satu kalimat sebagai contoh konkretisasi pesan Injil hari ini, yang dipetik dari ensiklik yang dikeluarkan oleh Paus Benediktus XVI: Purchasing is always a moral – and not simply economic – act. Dulu orang tukar menukar barang, sekarang ada medium yang dipakai untuk tukar-menukar dan medium yang bernama uang itu bahkan bisa dikumpulkan untuk diperjualbelikan juga. Untuk apa?

Kita tak bisa begitu saja mengatakan bahwa teknologi itu netral, bergantung pada orang yang menggunakannya. Pensil memang bisa diraut untuk menusuk perut orang gendut. Itu penusuknya ngawur. Akan tetapi, mungkinkah orang menciptakan bazooka untuk membunuh nyamuk?!

Kalau Injil hari ini memberi pesan yang juga diulangi oleh Paulus: pikirkanlah perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol 3,2), maksudnya justru sama sekali bukan supaya orang beriman tak peduli dengan masa depan bumi ini! Sebaliknya, lifestyle umat beriman mesti disesuaikan dengan nilai-nilai injili, atau Kitab Suci agama mana pun, yang kondusif bagi penciptaan dunia sebagai our common home! Rumah bersama itu tak bisa lagi dibatasi kotak tabernakel atau tembok gereja (berikut problem ciptaan orang-orang di dalamnya), melainkan seluas dunia. Di situ dibutuhkan moralitas bersama dan peran agama tak bisa diabaikan sejauh agama (alias orang-orang beragama) punya wawasan lebih luas dari tempurung altar.

To change everything, we need everyone. Persis itulah susahnya: maukah tiap orang mengoreksi lifestyle yang dihayatinya? Konsumerisme adalah salah satu gaya hidup para minions yang hilang orientasi, yang tak tahu apakah yang mereka layani itu penjahat sesungguhnya atau bukan.

Tuhan, bantulah aku untuk semakin peka terhadap dampak gaya hidupku bagi pembangunan our common home di bumi ini.


JUMAT MASA BIASA XI B/1
19 Juni 2015

2Kor 11,18.21b-30
Mat 6,19-23

Posting Tahun Lalu: Memelihara Berhala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s