Mau Golput Lagi?

Menurut Amsal, hiasan orang muda ialah kekuatannya, sedangkan keindahan orang tua ialah uban (Amsal 20:29). Padahal, menurut Kitab yang sama, orang yang mendapat hikmat memiliki umur panjang (Amsal 3:13-16). Meskipun demikian, jelas bahwa tidak semua orang bijak berumur panjang, kecuali jika umur 23 tahun sudah disebut panjang! gonzaga2Santo Aloysius Gonzaga mati muda (umur 23 tahun) di tengah-tengah bencana penyakit sampar di Roma. Dalam novel Albert Camus yang berjudul La Peste barangkali ia bisa dipadankan sosok dokter Rieux, bukan karena Aloysius Gonzaga adalah dokter (justru kondisi fisiknya buruk pada saat wabah melanda, ia sendiri tertular penyakit sampar itu), melainkan karena Aloysius Gonzaga melibatkan dirinya dalam penanganan bencana sampar dan langsung bersentuhan dengan korban.

Memang, di hadapan bencana orang bisa berteori macam-macam hingga ia abai terhadap korban bencananya sendiri. Keterbatasan dimensi ruang-fisik manusia pada akhirnya membatasi pilihan-pilihannya. Aloysius Gonzaga memilih terlibat dengan para korban penyakit yang menular itu dan konsekuensi pilihannya jelas: ia terinfeksi penyakit pes itu sampai akhirnya meninggal.

Bacaan Injil hari ini memanggil pendengarnya untuk mengabdi satu tuan saja: Kerajaan Allah. Jadi, persoalannya bukanlah pertama-tama mempertentangkan Jokowi-Prabowo dengan debat, apalagi orang-orang di sekeliling mereka (yang bisa jadi adalah garong-garong yang butuh perlindungan politik). Persoalannya ialah menentukan kriteria yang lebih mengarah kepada Kerajaan Allah itu: membela kemanusiaan bukan sebagai ide abstrak, melainkan manusia yang konkret dan niscaya begitu beragam. Di sini, janji saja, apalagi slogan “harus ini itu” jelas tidak cukup!

Aloysius Gonzaga tidak berjanji, tetapi ia terlibat. Pantaslah ia menjadi pelindung orang muda yang senantiasa penuh gerak, meninggalkan zona nyamannya sebagai bangsawan dan hidup dalam kemiskinan dan pelayanan bagi orang di sekitarnya. Orang bisa berlindung atau mangkir dari panggilan untuk terlibat dengan membuat aneka teori golput, dengan aneka teori pencitraan dan akhirnya imun terhadap hiruk pikuk masyarakat yang dikelabui aparat negara. Aloysius Gonzaga jelas tidak golput! Lah… malah kampanye lagi. Salam jari-jari.


SABTU BIASA XI A/2
21 Juni 2014
Peringatan Wajib Santo Aloysius Gonzaga

2Taw 24,17-25
Mat 6,24-34

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s