Kaum Bijak-Pandai Celaka

Lagi, orang diingatkan supaya tidak menangkap secara literal begitu saja apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Pernyataan Yesus memang mengejutkan atau sekurang-kurangnya mengundang tanya: Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Bukankah yang namanya orang bijak dan pandai justru mereka yang berwawasan luas dan pengetahuannya mendalam? Mosok orang seperti ini justru gak punya akses ke hal-hal yang diperlukan untuk hidup damai sejahtera (bdk. Luk 19,42)?

Gereja Katolik mengundang pembaca untuk memahami teks ini dengan memperhatikan perikop Kitab Yesaya yang menunjukkan arogansi bangsa Asyur sebagai alat di tangan Tuhan. Dikatakan di situ bahwa bangsa Asyur sebenarnya menjadi cambuk murka Tuhan dan tombak amarah-Nya terhadap bangsa yang murtad. Akan tetapi, motif mereka ternyata beda: mereka hendak memunahkan, melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa. Bahkan, akhirnya mereka menjadi besar kepala; merasa diri menjadi penguasa. Itu laksana kapak yang memegahkan diri terhadap pemakainya dan gergaji yang membesarkan diri terhadap penggunanya.

Dengan kata lain, orang bijak dan pandai ini adalah sosok manusia yang tidak punya kepatuhan terhadap motif, kehendak, rencana Allah dan berpuas diri dengan kekuatan dan kemegahan dirinya. Orang ini bisa saja orang yang ber-IQ rendah dan karenanya tinggal mengikuti apa saja yang dikatakan oleh bos-bosnya; yang penting senang dan dapat uang! Entah berapa banyak representasi kelompok ‘bijak dan pandai’ jenis ini; dan bisa dibayangkan berapa banyak uang yang digelontorkan untuk memperalat orang bijak dan pandai jenis ini.

Akan tetapi, orang bijak dan pandai itu bisa saja memang orang yang ber-IQ tinggi dan sangat ahli dalam ilmu statistik, matematika, sains, dan lain-lainnya sehingga mereka punya kans untuk merekayasa ilmu-ilmu itu demi kepentingan pribadi dan ujung-ujungnya kekuasaan! Nah, kalau dua kelompok ini nyambung, jadilah akumulasi roh jahat yang mengancam damai sejahtera banyak orang. Yang ber-IQ tinggi bisa jadi psikopat dan ia bisa menguasai banyak orang lain yang ber-IQ rendah (karena uang dan kekuasaan) dan mereka semua sama-sama buta terhadap rancangan dan kehendak Tuhan (meskipun secara publik penampakannya agamis)!

waspadalah
Kalau begitu, bijak dan pandai bukan soal IQ. Ini adalah soal keterbukaan orang pada kenyataan hidup rohani; baik orang pintar maupun orang bodoh sama-sama bisa tertutup hatinya pada kenyataan hidup rohani. Kongkalikong kelompok orang ini tampaknya sedang menggerus bangsa Indonesia menjelang tanggal 22 Juli. Waspadalah (dan tutuplah sebelah mata dengan tangan kiri)!


RABU BIASA XV
16 Juli 2014

Yes 10,5-7.13-16
Mat 11,25-27

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s