Latihan Doa 48: Penetapan Imamat

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Yoh 13,1-17 (Pembasuhan kaki)
Yoh 14,1-31 / Yoh 15,9-17 (Wacana perpisahan)
Mrk 14,12-26 (Persiapan Paska)
Ibr 5,1-10 (Imamat Kristus)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat untuk mengetahui dan menghargai dalam-dalam Perjampuan Terakhir, dengan memahami bahwa dalam peristiwa inilah imamat juga ditetapkan — imamat yang adalah suatu hidup doa, pengurbanan dan pelayanan cinta.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

 

  • Kontemplasikanlah Yesus membasuh kaki para murid dan wacana perpisahannya.
    Imajinasikanlah senakel (kamar atas yang dipakai untuk perjamuan) dan masuk dalam suasana doa, dalam adegan-adegan Injil, dengan mempertimbangkan tempat dan para murid di sana.
    Apakah yang kulihat? Apa saja yang kudengar? Kucium? Kusentuh? Mungkin juga kucecapi?
    Luangkan waktu untuk masuk dalam detil peristiwa pembasuhan kaki dan nasihat perpisahan dan perlahan-lahan, pada akhirnya, memfokuskan perhatian pada-Nya dan menatap penuh kasih wajah-Nya.
  • Pada Perjamuan Terakhir, tampaklah cinta Tuhan kepada kita yang begitu mendalam. Pada saat itu, ia terus bicara mengenai cinta (misalnya dalam Injil Yohanes 15,9-17).
    Masuklah ke dalam hati Tuhan Yesus yang suci dan biarkan saja kasih mendalam dan tanpa syarat Kristus itu meresapi hatiku.
  • Rasakanlah kelembutan dan persahabatan Tuhan saat mengkontemplasikannya ketika membasuh kaki para murid dan memberi wacana mengenai cinta — Anak Manusia yang adalah Imam Agung Kekal sendiri, tetapi dengan rendah hati membungkukkan badan untuk melayani dan membasuh kakiku.
  • Ada begitu banyak orang menderita di zaman sekarang ini; jika mungkin, siapa yang aku ingin layani dan kaki siapa yang akan kubasuh saat ini? Mengapa kelompok orang ini?
    Ambillah waktu untuk mendoakan mereka dan pada akhirnya, persembahkanlah mereka itu ke dalam kebaikan penyelenggaraan Allah sendiri.
  • Ada dua bentuk dasar imamat dalam Gereja: (1) imamat umum dari semua umat beriman dan (2) imamat jabatan (uskup dan imam). Hakikat keduanya memang berbeda. Akan tetapi, keduanya sama-sama mengambil bagian dalam satu imamat Kristus, yaitu imamat pelayanan.
    Sebagai imam Kristus, tanyakanlah pada diri sendiri:
    “Siapa yang sudah kulayani?”
    “Siapa yang sedang kulayani?”
    “Siapa yang akan kulayani?”

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan mendialogkan pokok-pokok tersebut: imamat pelayanan sebagai partisipasi imamat Kristus, sebagai wujud cinta kepada-Nya.
Berterimakasihlah kepada-Nya atas karunia imamat.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s