Dah Tau, Nanya!

Sewajarnya orang sakit memerlukan dan menginginkan kesembuhan. Ini semua orang juga tahu ya. Akan tetapi, kenapa juga Yesus mesti bertanya kepada orang buta yang miskin yang berteriak-teriak memanggilnya untuk berbelaskasihan kepadanya?

Meskipun Kristus tahu apa yang kita inginkan, Dia toh tetap mengapresiasi upaya eksplisitasi keinginan dari yang bersangkutan karena itu justru bagian dari iman yang dihidupi orang. Tak ada orang beriman yang tak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Lha emangnya kalau tahu keinginan sendiri lalu kudu diomong-omongin ke orang, gitu?

Ini bukan soal diomong-omongkan ke orang, melainkan soal sikap batin di hadapan Kristus. Dengan menyatakan keinginan atau hasrat kepada Kristus, orang mengakui bahwa dari dirinya sendiri ia gak bisa memenuhi apa yang diinginkannya, tetapi pemenuhan itu datang dari belas kasih Tuhan sendiri.

Bisa jadi loh orang gak ngerti apa yang sebetulnya diinginkannya dan karena itu juga ia tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang ia lakukan. Bacaan pertama menggambarkan bagaimana Yohanes menegur jemaat tujuh Gereja di Asia supaya kembali ke passion yang dimiliki semula:. Yohanes mengingatkan mereka (dan kita) untuk kembali kepada apa yang sungguh-sungguh kita inginkan dalam koridor AMDG (lah, AMDG lagi).

Ya Tuhan, semoga aku sungguh-sungguh menginginkan hal-hal yang senantiasa menjadi kemuliaan-Mu bahkan dalam setiap pekerjaan rutin yang kujalankan. Amin.


SENIN BIASA XXXIII
Peringatan Wajib St. Elisabet dari Hungaria
17 November 2014

Why 1,1-4;2,1-5a
Luk 18,35-43

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s