Bagaimana Memberkati Tuhan

Ada juga Tuhan yang memberkati, mosok ini malah mau memberkati Tuhan?
Itulah yang dilakukan Zakharia setelah ia bisa omong lagi. Masa bisunya selama sembilan bulan itu rupanya berbuah berkat untuk Allah sendiri. Mohon maklum, kata berkat memang kita pinjam dari bahasa Arab, barakãt, yang bisa diartikan sebagai kekuatan murah hati yang berasal dari yang ilahi, yang membawa dampak kemakmuran fisik dan kebahagiaan batin. Kalau begitu, gimana mungkin Zakharia memberkati Tuhan? Aneh-aneh aja!

Konon, konsonan BRK yang menyusun kata baraka itu juga dipakai untuk ungkapan-ungkapan selamat, terima kasih, atau eufimisme. Kalau begitu, apa yang dibuat Zakharia juga sebenarnya adalah tindakan memberkati Tuhan. Ini pun cocok dengan akar kata benedire dalam bahasa Itali yang berasal dari dua kata bahasa Latin: bene & dicere, berkata baik-baik. Loh, tapi kan berkat itu berasal dari yang ilahi, bukan dari manusia!

Betul! Makanya, dituliskan di situ bahwa Zakharia penuh dengan Roh Kudus. Ini mengandaikan kepercayaan bahwa Roh Kudus itu bersemayam dalam diri manusia juga, dan Roh inilah yang memberi inspirasi, memungkinkan Zakharia berkata-kata baik alias memberkati Tuhan! Tak ada orang yang bisa memberikan berkat kalau Roh Kudus tak bersemayam dalam dirinya. Halah, mbok jangan membodoh-bodohi to, Mo! Banyak orang berkata-kata baik meskipun mereka sendiri gak percaya ada Roh Kudus! [Gak percaya Roh Kudus tidak membuktikan bahwa Roh Kudus gak ada]

Iya, betul! Silakan runut, ke mana arah kata-kata baik orang seperti itu. Kata-kata baik yang diungkapkan Zakharia terarah pada Allah sendiri: ia bernubuat dan memuji Allah yang berkenan blusukan dalam hidup manusia, melalui Mesias. Zakharia tahu bahwa saat kedatangan Mesias bagi Israel sudah dekat. Lalu, Zakharia sendiri memberkati anaknya sebagai nabi besar yang mempersiapkan kedatangan Mesias itu.

Singkatnya, berkat itu memang dari Allah, tetapi ujung-ujungnya kembali kepada Allah. Kalau tidak kembali, berarti dikorupsi orang (baca: agama)!


HARI KHUSUS ADVEN
Rabu, 24 Desember 2014

2Sam 7,1-5.8b-12.16
Luk 1,67-79

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s