Siapa Bilang Allah Mahakuasa?

Pada umumnya, entah beriman atau tidak, orang menaruh harga mati pada gambaran Allah yang mahabesar, mahakuasa, mahakuat, mahatahu, dan sebagainya. Namanya Allah ya haruslah mahakuasa dan bla bla bla. Orang mencari Allah yang merknya pakai maha itu. Kalau merknya tidak ada mahanya, tentu bukan Allah. Paham inilah yang dibongkar oleh logika Natal. Allah dalam perayaan Natal ialah Allah yang seolah-olah minta diterima, disambut sebagai bayi dengan segala kerapuhan dan ketidakberdayaannya.

Seperti tiga orang bijak dari Timur, para pencari kebenaran, yang tidak kembali dengan rute resmi yang ditentukan Herodes, orang beriman semestinya juga menempuh rute hidup keseharian, dengan kerapuhan, keterbatasan, dan ancaman bahayanya masing-masing. Memang agama mengajarkan bahwa Allah itu maha besar. Itu betul, tetapi tak perlu dipahami sedemikian rupa sehingga orang justru menjadikan Allah sebagai objek logika: kalau tidak mahabesar berarti bukan (kerja) Allah! Kebesaran Allah justru semakin tampak pada karya-Nya dalam hal-hal sederhana.

Kerja Allah yang begitu memang menuntut iman manusia. Manusia perlu menyerahkan kerapuhan, kelemahan, kegagalan, kejatuhan, kedosaannya untuk ditransformasi oleh cinta Allah sendiri. Itulah yang ditawarkan oleh bacaan-bacaan hari ini. Belas kasih Allah bukan ideologi cinta nan romantis, melainkan cinta yang membuat orang terlibat dalam keseharian hidup orang banyak. Keterlibatan ini tak mungkin terjadi jika orang berpandangan reduktif: aku mah apa atuh, aku hanya orang miskin, aku gak bisa apa-apa, aku masih sakit hati, kemampuanku cuma di level dua, dan sebagainya.

Allah meminta totalitas diri, kerapuhan dan kekuatan manusia, supaya keselamatan itu semakin penuh dan menjangkau semakin banyak orang. Di situlah kemahakuasaan, kebesaran Allah. Ia dapat hadir melalui segala medium, juga dalam keterbatasan dan kerapuhan manusia. Jadi, tak perlulah orang mematenkan Allah dengan kemahakuasaan yang justru jadi tumpul bagi hidup wajar orang. Yesus mengundang orang supaya tidak meletakkan Allah nun jauh di galaksi tetangga, tetapi menunjukkan bahwa kebesaran Allah itu tampak juga dalam kesederhanaan orang-orang yang terlibat dalam proyek cinta!


HARI BIASA SESUDAH PENAMPAKAN TUHAN B
Selasa, 6 Januari 2015

1Yoh 4,7-10
Mrk 6,34-44

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s