Buat Apa Takut?

Dengan asuransi kendaraan, orang bisa berharap jika terjadi apa-apa dengan kendaraannya, ia bisa melakukan klaim dan mendapat kendaraan baru atau reparasi gratis. Tetapi, jiwa tak bisa diasuransikan: jika terjadi apa-apa terhadap jiwanya, ia tak bisa membuat klaim dan memperoleh jiwa baru atau reparasi jiwa secara cuma-cuma. Kalau dapat uang pengganti atas kehancuran jiwa pun, uang itu tak cukup jumlahnya untuk membeli jiwa baru: uang diberikan kepada ahli warisnya.

Bacaan-bacaan hari ini pesannya sederhana: takut itu manusiawi, tapi jangan biarkan diri dihantui rasa takut karena ketakutan menjadi indikator cinta bersyarat. Tuhan sendiri bukan agen asuransi yang memberikan jaminan kenyamanan jiwa: manusia tetap mesti menapaki jalan terjal nan sulit dalam peziarahan hidupnya. Problemnya, dalam situasi nan sangat sulit, pandangan orang bisa blawur.

Baru kemarin para murid mengalami mukjizat penggandaan lima roti dan dua ikan, tetapi mereka belum mengerti juga bahwa Allah menyertai mereka. Alih-alih percaya dan menaruh harapan pada Allah, mata mereka malah blawur dan mengira sosok guru mereka sebagai hantu. Kenapa? Karena belum ngerti kuasa Allah yang bahkan bisa bekerja melalui kekurangan atau kelemahan, para murid begitu takut pada angin sakal yang memang dampaknya dahsyat sih. Karena terokupasi oleh ketakutan itu, fokus pandangan para murid jadi bias. Tuhan jadi hantu.

Bisa jadi orang takut kecewa lantas memilih untuk tidak menaruh harapan pada apa atau siapa pun. Lebih dari itu, orang bahkan mau menghilangkan desire (ini kata Gerald G. May soal desire) atau pun keinginan-keinginan yang barangkali justru penting untuk peningkatan kualitas hidupnya dan sesama!

Loh, kenyataannya, harapan pada sesama itu berisiko buyar, bukan? Bahkan harapan kepada Tuhan pun bisa jadi semu karena plan kita beda dari plan Tuhan! Gap itu memang ada, tetapi menghancurkan pondasi bukanlah jalan keluarnya. Loosing your passion means having no life! Jalan keluar terhadap gap antara harapan dan kenyataan hidup ialah detachment (klik di sini kalau mau tau lebih sedikit soal detachment, di sini atau di sini deh). Dengan sikap lepas bebas ini, orang tak takut berharap akan sesuatu. Orang tahu bahwa anything mau happen, kapan pun, di mana pun, bagaimana pun caranya.

Allah yang mahatinggi dan penuh kemuliaan, terangilah kegelapan hatiku dan berilah aku iman yang benar, harapan yang teguh, dan cinta yang sempurna; berilah aku, ya Tuhan, perasaan yang peka dan budi yang cerah, agar aku mampu melaksanakan perintah-Mu yang kudus dan takkan menyesatkan. Amin.


HARI BIASA SESUDAH PENAMPAKAN TUHAN B
Rabu, 7 Januari 2015

1Yoh 4,11-18
Mrk 6,45-52

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s