Jahatnya Dunia Lain

Bacaan hari ini menyajikan perutusan murid-murid Yesus: mereka diutus pergi berdua-dua dan tanpa aneka macam bekal selain kekuatan untuk mengusir roh jahat. Mengapa berdua-dua? Ya supaya dalam kerapuhan masing-masing bisa saling meneguhkan to? Mengapa tanpa aneka macam bekal? Ya supaya tidak malah direpotkan oleh bekal yang ujung-ujungnya malah jadi beban, bukan?

Nuansa penghindaran beban itu bahkan terdapat juga pada ujung pesan: bahkan kalau kamu ditolak, kebaskanlah debu yang di kakimu! Bahkan penolakan pun jangan sampai menjadi beban yang terus menerus dibawa ke mana pun orang pergi dan orang tetap bisa bebas melangkah melanjutkan tugas perutusannya. Apa perutusannya? Menyampaikan warta pertobatan, pengusiran roh jahat, dan penyembuhan.

Dalam Injil Markus sama sekali tak dikatakan bahwa para rasul diutus untuk menyebarkan agama! Begitu ngotot untuk menyebarkan agama, pada saat itulah orang malah sedang menebarkan benih roh jahat. Bukan karena agama itu jahat (sebaliknya, agama justru bisa jadi sarana untuk berelasi dengan Tuhan), melainkan karena perlakuan terhadap agama menjadi lebay, bisa-bisa malah mempertuhankan agama (silakan klik di sini kalau mau).

Tak ada masalah dengan kepercayaan terhadap ‘dunia lain’, tapi komoditi kepercayaan itu bisa jadi lain soal. Suatu reality show berbau mistis mungkin dimaksudkan untuk menimbulkan sensasi takut-takut gimanaaa gitu pada penontonnya. “Dunia lain” yang dikomoditikan itu bisa jadi adalah manifestasi roh jahat: bukan “dunia lain”-nya, melainkan treatment terhadap “dunia lain” itu. Di mana jahatnya? Lha wong orang sudah fokus pada realitas biasa kok malah dirangsang untuk lebay soal dunia lain yang ‘menakutkan’, bikin bulu kuduk merinding, dan lain-lainnya.

Para rasul diutus supaya dunia yang kelihatan ini disembuhkan dari cengkeraman ‘dunia lain’ yang menghambat; supaya orang tidak lebay atas “dunia lain” itu: penolakan, pengalaman pahit, pengalaman broken, dan semacamnya. Memang pengalaman-pengalaman itu bukan ‘dunia lain’ karena menjadi bagian historis hidup orang, tetapi kalau bagian itu terus menerus memblokade orang untuk connect dengan realitas konkret di sini dan sekarang ini alias move on, itu juga adalah manifestasi roh jahat, bukan?


KAMIS BIASA IV B/1
5 Februari 2015
Peringatan Wajib Santa Agata

Ibr 12,18-19.21-24
Mrk 6,7-13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s