Awalnya Inspiratif Sih

Perikop Lukas hari ini berisi kisah pengusiran setan yang membisukan orang. Tak seperti kisah lainnya yang begitu detil, di sini cuma dikatakan dalam satu kalimat: pokoknya setelah setan keluar, orangnya bisa bicara. Ayat-ayat lain bicara mengenai reaksi dan komentar orang banyak. Ada yang menuduh kekuatan Yesus didapat dari bos para setan yang bisa memberi aneka pesugihan dan kekuatan. Yang lainnya lagi-lagi meminta tanda dari langit sebagai validasi atas tindakan Yesus itu. Intinya sih sederhana: mereka tak mau melihat kebenaran, terus mencari cara untuk menyatakan yang sebaliknya.

Dengan menuduh kekuatan Yesus berasal dari Beelzebul, orang bukan cuma gak ngerti apa itu Beelzebul, melainkan juga tak tahu karakter perbuatan Beelzebul yang menuruti kaidah penghancuran hidup manusia. (Jangan-jangan, setan yang membisukan tadi malah masuk pada diri orang-orang itu dan menjungkirbalikkan ilusi mereka sebagai kebenaran) Rupanya setan telah menaklukkan pikiran, hati, perasaan, dan mulut mereka sehingga setiap perkataan mereka malah jadi kontradiktif dan penuh kebohongan.

Hal seperti itu bisa terjadi saat ini juga: banyak kata yang tampaknya inspiratif, tetapi lama-kelamaan menuntun orang pada perangkap rumit setan. Begitulah diajarkan dalam prinsip pembedaan roh: roh jahat pun bisa memakai inspiring words, inspirational musics, atau apa aja yang pada awalnya tampak mak nyusss tapi lama kelamaan menjauhkan orang dari tradisi kerohanian yang sudah teruji waktu. Salahnya bukan pada yang inspiring-inspirational itu, melainkan pada ignorance orang terhadap roh jahat dan cara kerjanya yang menuntun orang pada ujung arogansinya: saya tidak butuh Allah karena sayalah Allah. Orang menjadi sedemikian manusiawi sehingga tak memberi tempat pada yang ilahi. Orang menjadi sedemikian bebas sehingga tak ada lagi suara Tuhan yang perlu didengarkan.

Allah yang mahatinggi dan penuh kemuliaan, terangilah kegelapan hatiku dan berilah aku iman yang benar, pengharapan yang teguh, dan kasih yang sempurna; berilah aku, ya Tuhan, perasaan yang peka dan budi yang cerah, agar aku mampu melaksanakan perintah-Mu yang kudus dan takkan menyesatkan. Amin.


HARI KAMIS PRAPASKA III
12 Maret 2015

Yer 7,23-28
Luk 11,14-23

Posting Tahun Lalu: It’s hard to listen…