Mulutmu Hariwowmu…

Orang bisa berapi-api bicara mengenai Allah dan wow banget tetapi kesaksian hidupnya memadamkan api itu. Argumentasi filosofis dan teologis bisa disusun sedemikian canggih untuk menunjukkan pengetahuan tentang Allah, tetapi ujung-ujungnya bisa jadi hanya ideologi. Lha ini yang dipakai orang untuk memperdaya, berdebat atau menyerang orang lain: pokoknya harus menang, wong namanya debat, apalagi berkelahi. Gak ada orang ingin berkelahi dengan cita-cita mengalah! Veni, vidi, vici

Dengan modal ideologi itu orang-orang Yahudi menyerang Yesus. Tuduhannya jelas: Yesus menghujat Allah karena ia menyatakan dirinya sebagai Anak Allah. Ia melakukan dosa berat karena menyamakan diri dengan Allah. Tuduhan itu sebetulnya runtuh dengan sendirinya karena orang Yahudi tahu benar bahwa Allah tak mungkin bersekongkol dengan orang berdosa. Itulah argumentasi yang disodorkan Yesus: kalau aku menghujat Allah, bagaimana mungkin Dia membiarkan aku melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi (dengan aneka mukjizat, kesembuhan, kebangkitan, dll)?

Akan tetapi, orang ideologis tidak akan menerima argumentasi. Ideologi harus ditegakkan dan propaganda mesti senantiasa dicanangkan: Yesus adalah penghujat Allah, dia menyamakan dirinya dengan Allah!

Yesus berbicara tentang Allah tidak dengan landasan pemikiran para filsuf atau cinta romantis atau realisme naif: ia bicara mengenai Allah dengan hidupnya sendiri. Artinya, ia senantiasa bertindak seturut kualitas tindakan yang dikehendaki oleh Allah sendiri. Ia pun meminta orang-orang untuk mengupayakan hal seperti itu (dan untuk tiap orang kiranya berbeda-beda). Ini tidak membuatnya menjadi Allah. Tindakan-tindakan itu mengukuhkan orang untuk menjadi ‘seperti Allah’. Untuk sekelompok orang disebut hujatan, untuk yang lainnya disebut kebodohan (wong hidup jelas-jelas di dunia kok pakai template surga!).

Ya Tuhan, berilah kami rahmat kekuatan untuk menyatakan Diri-Mu bukan hanya dengan mulut kami, ketikan kami, blog atau medsos kami, buku kami, melainkan juga lebih-lebih dengan pilihan-pilihan tindakan kami. Amin.


HARI JUMAT PRAPASKA V B/I
27 Maret 2015

Yer 20,10-13
Yoh 10,31-42

Posting Tahun Lalu: Kairos, Siapa Takut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s