Neraka Bukanlah Hukuman

Kalau surga itu real-time, logisnya, neraka juga real-time. Orang tak perlu menantikan kedatangan neraka itu nanti setelah kehidupan fisik ini selesai. Singkatnya, perkara-perkara surgawi, meskipun dari sudut definisi merupakan perkara-perkara nanti setelah kematian fisik di dunia ini, juga bersifat real-time. Pokoknya, yang surgawi itu tak terpisahkan dari yang duniawi ini, tetapi bukan dalam pengertian kaprah: kalau dosamu banyak, nanti kamu akan dihukum masuk neraka paling dasar; kalau dosamu sedang-sedang saja, kelak kamu masuk neraka lapisan tengah; dan jika sedikit berbuat dosa, nanti di akhirat kamu mencicipi ambang pintu antara neraka dan surga. Cara menyambungkan yang surgawi dan duniawi dalam Injil Yohanes tidak seperti pengertian karma nan kaprah itu. Ini bukan perkara sebab-akibat!

Memahami karma sebagai persoalan sebab-akibat sudah langsung bisa dibantah dengan aneka kenyataan bahwa orang baik bisa buntung, sedangkan orang culas malah untung. Loh, Pater, itu kan kenyataan di dunia ini. Siapa tahu orang culas yang malah untung di dunia ini, di surganya nanti juga buntung seturut karmanya? Ha itulah masalahnya. Kalau memang benar begitu (jahat masuk neraka, baik masuk surga), berarti kebaikan dan kejahatan gak bisa diukur dengan kriteria duniawi, lha wong yang disebut untung di dunia ini kelak buntung di surga kok! Jadi, surga-neraka bukanlah perkara ganjaran dan hukuman akibat tindakan duniawi. Trus apa dong?

Ini adalah perkara pilihan manusia sendiri yang dipengaruhi oleh way of life-nya: mau bertindak dalam Tuhan atau tidak (Yoh 3,20-21). Seorang penulis besar Perancis abad ke-19, Paul Claudel, konon mengatakan kurang lebih begini: saya gak butuh siapa pun untuk menjelaskan kepada saya apa itu neraka. Saya sudah sekian lama menghidupinya: hidup tanpa Kristus!

Lha, Anda yang Kristen/Katolik mungkin merasa terbombong atau diteguhkan oleh pernyataan semacam itu, dan yang bukan Kristen/Katolik bisa jadi tersinggung. Akan tetapi, hidup dalam Kristus sama sekali tidak identik dengan memeluk agama Kristen/Katolik! Agama Kristen/Katolik membantu, tetapi bukan segala-galanya. Ada sekian banyak orang Kristen/Katolik yang memahami imannya sebagai perhitungan sebab akibat, dan tak pernah sungguh-sungguh mau menjiwai aneka pilihannya dengan terang Kristus itu. Mereka berbuat amal baik semata karena takut masuk neraka sebagai hukuman kekal.

Dalam Injil Yohanes, neraka bukanlah hukuman sesudah kematian fisik, melainkan keadaan hidup duniawi yang tak dilandasi oleh terang Kristus itu. Surga, sebaliknya, ialah hidup duniawi ini yang dijalani dengan pola terang Kristus: de facto memuat penderitaan dan kesusahan hidup, tetapi di situlah orang mendapatkan maknanya. Sekali lagi, hidup enak memang menyenangkan, tetapi tidak mengembangkan…


RABU PASKA II
15 April 2015

Kis 5,17-26
Yoh 3,16-21

Posting Tahun Lalu: Habisi Gelap, Terbitkan Terang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s