Kristen atau Kriminal

Istilah blessing in disguise kerap diterjemahkan dengan ungkapan rahmat tersembunyi: Tuhan tetap bekerja juga dalam peristiwa yang tampaknya merupakan kutuk di mata manusia. Setelah Stefanus dibunuh, penganiayaan terhadap pengikut Kristus merebak dan para pengikut Kristus itu kocar-kacir ke sana kemari, sampai ke Antiokhia (di Syria), Siprus, dan Fenisia. Mereka yang kocar-kacir ini malah di tempat baru memberitakan pesan kebangkitan. Lha, rak malah ajaran itu menyebar ke banyak tempat relatif lebih cepat to?! Di Antiokhialah pengikut Kristus untuk pertama kali mendapat atribut identitas sebagai orang Kristen.

Blessing in disguise itu meneguhkan apa yang disampaikan dalam teks Injil hari ini: Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku (Yoh 10:28). Para pengikut Kristus adalah domba-domba yang mengenal suara gembala mereka dan hidup mereka sendiri memenuhi apa yang dijalani Kristus. Atribut Kristen yang mereka peroleh dari orang lain dilatarbelakangi oleh aneka perjuangan berat dan pengorbanan. Meskipun begitu, tentu tidak otomatis orang lain bisa mengerti pesan kehidupan yang mereka wartakan.

Itu mirip dengan orang-orang Yahudi yang datang kepada Yesus dan minta jawaban tegas: mbok sudah kamu katakan saja kamu itu Mesias atau bukan, supaya kami tidak bingung terus! Mereka belum sadar bahwa iman justru memuat ketidakpastian supaya orang berjaga untuk senantiasa berelasi dengan Tuhan, dan bukan pertama-tama soal memenuhi rumus-rumus pasti dari hukum yang dibuat manusia. Yesus pun tidak menjawab dengan logika mereka. Ia malah menegur ketidakpercayaan mereka atas tanda-tanda yang sebetulnya sudah sedemikian jelas juga: pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku (Yoh 10:25-26). Orang mau cari gampang, dapat hasil akhir, dan tak mau melihat bahwa juga dalam hidup beriman diperlukan keterbukaan hati terhadap aneka bentuk kekerasan hidup dengan paradigma blessing in disguise.

Success-is-like-an-icebergSeandainya orang menaruh setetes demi setetes air setiap hari dalam gelas, tentu takkan ada yang menggubrisnya sebagai air minum. Setelah sekian ratus hari barangkali baru orang bisa melirik bahwa ada air yang bisa diminum, tanpa menggubris prosesnya: iman senantiasa dibangun dengan peristiwa-peristiwa kecil nan sederhana yang pada akhirnya membangun suatu identitas tertentu, sebagai orang Kristen atau kriminal.


SELASA PASKA IV
28 April 2015

Kis 11,19-26
Yoh 10,22-30

Posting Tahun Lalu: ID Card -ID Body

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s