Kepastian Iman?

Belum pernah dengar ada cafe yang menawarkan acara nonton bareng rekaman siaran sepak bola! Biasanya yang ditonton bareng itu adalah siaran langsung pertandingan penting. Kalau cuma siaran ulang mah, lihat saja di Youtube! Orang sudah tahu hasil pertandingannya, dan mungkin curious mengenai bagaimana terjadi gol-golnya. Ini berbeda sensasinya jika orang menonton siaran langsung sebuah pertandingan. Ia tidak hanya memburu pemenuhan rasa ingin tahunya, tetapi juga melibatkan sensasi tertentu dalam menonton itu.

Menonton film bersama orang yang selalu memaparkan adegan yang akan terjadi kiranya gak asik. Orang tidak bisa menikmati film atau kisah jika seluruh unsur ceritanya  sudah diketahui sebelum menonton. Ia menonton bukan untuk menikmati film. Begitu pula dengan iman. Iman justru terasa nikmat jika masih menyisakan ketidakpastian karena di situlah ruang seseorang untuk menaruh harapan dan cintanya.

Sekali lagi disodorkan bacaan dari Injil mengenai Yesus sebagai jalan, kebenaran, dan hidup. Tomas mempertanyakan bagaimana orang bisa sampai tujuan kalau ia tidak tahu jalannya.  Yesus menjawab dialah jalan itu karena dia dan Bapanya itu satu. Kalau begitu, kata Filipus, tunjukkan saja Bapa itu supaya orang percaya penuh karena melihat dengan mata kepala sendiri. Wah…ya sabar, Pus, nanti akan tiba saatnya. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11,1).

Iman memuat kepastian sekaligus ketidakpastian. Kalau semua pasti, ya bukan iman namanya, melainkan ilmu pasti (n.b. sebetulnya juga gak pasti-pasti amat sih karena kepastiannya tetap memuat pengandaian juga: pengandaian bahwa hukum semesta itu pasti). Orang yang sungguh menghayati iman itu bagaikan orang menonton siaran langsung suatu pertandingan. Ia belum bisa memastikan hasilnya bahkan meskipun bursa taruhan jelas memenangkan satu tim daripada tim yang lainnya. Kadang bisa jadi tim yang tak diunggulkan justru menang. Jadi, tetap ada unsur ketidakpastian juga meskipun hitungan di atas kertas pasti begini atau begitu.  

Memang iman bukanlah hitungan di atas kertas. Iman merupakan tanggapan konkret atas aneka situasi yang mengarahkan perhatian orang kepada Allah sendiri. Maka gak cukuplah orang beriman dengan teori, perlu keterlibatan, perlu praktik…


MINGGU PASKA V A/2
18 Mei 2014

Kis 6,1-7
1Ptr 2,4-9
Yoh 14,1-12

3 replies