Listening to The Spirit

What lies behind us and what lies before us are small matters compared to what lies within us (Oliver Wendell Holmes). Tak sedikit orang yang terbebani oleh masa lalu dan gamang terhadap masa depan, semata-mata karena tidak peka pada gerakan batin dalam dirinya. Apa yang membuat orang tidak peka? Kecenderungannya untuk membakukan gerakan batin.

Permainan berburu harta karun jauh lebih mudah diikuti dan mencapai tujuan sejauh orang mengikuti petunjuk bakunya. Asal orang teliti, setia, taat pada petunjuk permainan itu, ia akan menemukan harta karun. Lain halnya jika harta karun itu ialah Allah sendiri. Ketaatan terhadap petunjuk hukum tidak menjamin perjumpaan dengan Sang Harta Karun itu.  Mungkin baik dilihat perbedaan substansial Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berkenaan dengan hukum baku itu. Hukum dasar Perjanjian Lama dituliskan dalam loh batu dan juga diikuti oleh hati yang membatu: Israel malah berselingkuh atau melacurkan diri dengan dewa-dewi bangsa lain lantaran hukum batu itu tak lumer dalam hati mereka.

Hukum Perjanjian Baru tertera dalam Roh Kudus yang dicurahkan oleh Kristus. Lha ini yang bikin runyam. Ketaatan tidak bisa lagi dipahami dengan mencocokkan antara apa yang tertulis dalam teks peraturan hukum dan pelaksanaannya, tetapi mesti dilihat dalam kategori lain: ketaatan dalam Roh. Mendengarkan kata-kata bijak Yesus (atau tokoh bijak lainnya) bisa dilakukan semua orang, termasuk yang ateis sekalipun. Akan tetapi, mendengarkan dalam Roh merupakan karunia cinta yang diberikan Yesus (Kristus) melalui Roh Kudus dan mengenai Roh ini perlu diingat: angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi (Yoh 3,8). Itu mengapa ketaatan dalam Roh menjadi jauh lebih sulit dari menaati hukum yang dibakukan (oleh manusia) sebagai hukum Allah.

Ya Tuhan, berilah aku rahmat kepekaan untuk mendengarkan bisikan-Mu dalam batinku.


SENIN PASKA V
4 Mei 2015
Peringatan Beato Yosef Maria Rubio (SJ)

Kis 14,5-18
Yoh 14,21-26

Posting Tahun Lalu: Yesus Jadi Berhala