Manusia Tritunggal

Tak ada cara untuk menjelaskan misteri Allah Tritunggal Mahakudus selain dengan kata kunci relasi cinta. Pada umumnya, orang yang gak kontak dengan cinta takkan meletakkan kepercayaannya kepada Allah. Cinta itulah yang memungkinkan adanya relasi.

Apa yang dihubungkan?
(1) Pribadi yang dijelaskan dalam bacaan pertama, yaitu Allah yang mahaesa, dan (2) sebelas rasul dalam bacaan Injil (yang adalah representasi pribadi manusia lainnya).
Kenapa mesti dihubungkan?
Kitab Ulangan menegaskan bahwa Allah itu esa. Tak ada Allah lain. Dalam paradigma kristiani tiada Allah selain Allah yang telah mewahyukan diri melalui Yesus Kristus. Tanpa medium Yesus Kristus ini, bagi orang Kristiani, Allah yang esa itu tinggal dalam ideologi atau pun filsafat. Lho emangnya kenapa kalau Allah itu ideologis atau filosofis begitu? Lha berarti bikinan otak atau produk pikiran manusia belaka dong! Tak ada ideologi yang tahan uji sepanjang masa dan gak ada alasan yang waras untuk menyembah ideologi. Yang pantas disembah hanyalah pribadi ilahi.
Bagaimana menghubungkan?
Penutup Injil Matius memuat pesan penting mengenai relator antara dua pihak itu: ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Mat 28,20 ITB) Siapa yang menyertai? Kristus yang bangkit, yang mengutus Roh Kudus pada Pentakosta.
Apa indikasi relasi itu?
Kata bacaan kedua, Roh yang menyertai para murid itu menunjukkan identitas kita sebagai anak-anak Allah. Roh ini berbeda dari roh perbudakan yang membuat orang takut (gini boleh gak ya, boleh gitu gak ya) sampai sulit tidur, misalnya. Ketaatan dalam Roh selalu bersifat kreatif (bukan asal taat, asal manut terhadap atasan atau, sebaliknya, asal beda). Ketaatan dalam Roh ini melampaui batas-batas legalisme atau klerikalisme (lah, kok balik ke situ lagi sih).

Identitas anak Allah seperti itu terkuak dalam pribadi yang punya kepercayaan diri atas peran yang diambilnya dalam hidup: ia menjadi diri sendiri. Ia menderita bersama-sama dengan Dia dan juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Pada diri orang yang melihat kemuliaan dalam jerih payah hidupnya, terdapat kualitas Allah Tritunggal. Barangkali pribadi macam itu bisa disebut sebagai manusia tritunggal: Roh Kudus menggerakkan dia untuk menjadi diri sendiri dalam jerih payah kerjanya bersama Kristus untuk berziarah menuju Allah.


HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS B/1
Minggu, 31 Mei 2015

Ul 4,32-34.39-40
Rm 8,14-17
Mat 28,16-20

Posting Tahun Lalu (Hari Raya Tritunggal Mahakudus A/2): Allah 3D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s