Iman Customer Service

Pernah jengkel karena petugas front office atau customer service-nya memberi kesan arogan, meremehkan tamu, cuek alias tak peduli pada kepentingan konsumen? Silakan sms Jokowi saja karena sekarang ini apa-apa saja yang tidak memuaskan bisa kita keluhkan padanya. Seandainya ada petugas CS atau resepsionis yang sempurna, barangkali kita bisa belajar beriman dari mereka, sebagaimana bacaan-bacaan hari ini juga menyodorkan tokoh-tokoh yang bisa diteladan siapa pun yang mengklaim agamanya sebagai agama yang cinta damai. Siapa tokoh-tokoh itu? Abraham dan seorang perwira (kafir) Romawi. Kepada orang-orang inilah Tuhan berkenan melawat.

Dunia hidup Abraham pastilah tidak sehiruk pikuk sekarang ini. Dunia perwira Romawi mungkin lebih hiruk pikuk tetapi jelas tak seheboh zaman sekarang. Meskipun demikian, sebagaimana pikiran cabul tidak membutuhkan jenis pakaian tertentu untuk merangsangnya, demikian pula hidup selo tak bergantung pada kecepatan globalisasi. Orang zaman ini bisa saja menghayati hidup selo seperti zaman Abraham.

Entah selo atau tidak, kita bisa memetik semangat yang dihayati Abraham dalam hidup berimannya: hospitalitas (hospitality, keramahtamahan, sikap terbuka menyambut orang asing). Relevansi hospitalitas mungkin tertindih hidup yang hiruk pikuk. Tak sempat lagi orang memberi ruang perjumpaan bagi orang asing. Di sebagian kultur bahkan sapaan personal terhadap orang asing bisa dianggap offensive. Anak-anak diajari untuk tidak menerima apa pun dari orang asing. Memang ini adalah tindakan preventif terhadap kejahatan, tetapi dalam arti tertentu bisa mengarah pada hostility. Yang semakin dibutuhkan untuk zaman ini adalah transformasi dari hostility menuju hospitality.

Dalam kamus Latin, hostis berarti orang asing (yang jika dijamakkan menjadi hostes, berarti lawan atau musuh); hospes bisa berarti orang asing atau tamu, tetapi juga bisa berarti host atau penerima tamunya sendiri. Dengan kata lain, hospitality merujuk pada aneka kualitas, entah sebagai tamu maupun tuan rumah, yang memungkinkan sebuah perjumpaan manusiawi antarmanusia; kedua pihak mengalami kenyamanan dalam perjumpaan itu.

Hospitalitas yang ditunjukkan Abraham sangat jelas: ia sujud sampai ke tanah, mengundang tiga orang asing untuk makan di situ dan ia meminta Sarah membuat roti ‘cepat saji’ dan meminta bujangnya mengolah anak lembu yang baik. Ini setara dengan mengadakan perjamuan kerajaan. Perwira Romawi ‘menjadi tamu’ bagi Yesus dan ketika Yesus menyatakan bahwa ia akan datang menyembuhkan anaknya, ia ‘sujud sampai ke tanah’ dengan perkataan,”Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.” Ia memercayai otoritas Yesus sebagaimana ia sendiri memiliki otoritas terhadap bawahannya. Baik Abraham maupun perwira Romawi ini melihat kebesaran ‘tamu’ dan merendahkan diri mereka.

Hospitalitas bermakna lebih dalam daripada tindak strategis marketing, jika kita menerima bahwa Tuhanlah pertama-tama yang menjadi host bagi seluruh umat manusia. Tuhanlah yang meminta kita untuk menyambut-Nya dalam diri sesama. Dari umat beriman diminta hospitalitas (dan tidak malah mempertajam hostilitas dengan aneka legitimasi agama yang cenderung mengeksklusi kelompok lain). Diperlukan cinta nan intelligent dan tuntunan iman supaya orang tak tertipu orang asing tanpa memicu benih permusuhan. Lebih jauh lagi, hospitalitas macam ini memungkinkan umat beriman semakin mampu berinteraksi secara personal dengan Allah sendiri melalui sesama.

Ya Tuhan, berilah aku kebeningan budi dan kerendahan hati untuk dapat menempatkan setiap hal dan sesamaku dalam pertemanan dengan-Mu.


SABTU MASA BIASA XII B/1
27 Juni 2015

Kej 18,1-15
Mat 8,5-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s