Ada Baiknya Bertengkar…

Orang Katolik yang berpikir bahwa Gereja itu seharusnya seragam mungkin tak pernah mendengar nama Petrus dan Paulus. Hari ini dirayakan dua soko guru Gereja Katolik itu, dua sosok yang dalam arti tertentu bagai bumi langit. Yang satu adalah pekerja kasar nan sederhana, temperamental, murah hati, rapuh. Yang lainnya terbilang kaum intelektual, suka polemik, fanatik, kharismatik. Dengan perayaan Petrus dan Paulus ini Gereja Katolik secara simbolik menegaskan adanya kesatuan sejati antaranggota yang begitu beragam.

Di depan pintu masuk Basilika St. Petrus, Vatikan, ada dua patung besar: yang satu memegang kunci, yang lain memegang pedang. Orang Katolik yang cuma terima beres baptisan bayinya dan tak pernah membaca atau mendengar kisah Kitab Suci takkan tahu siapa yang menjadi batu pondasi dan siapa yang terlibat dalam pelemparan batu terhadap Stefanus. Ia tak tahu siapa representasi tradisi dan siapa yang menunjukkan wilayah batas yang perlu dijelajah. Ia mungkin sangat fanatik terhadap kepastian dan dogma, dan menganggap penjelajahan dan inovasi sebagai ambang kehancuran Gereja. Ia tidak melihat Gereja sebagai jalan sulit yang perlu ditempuh, dan hanya bisa mengimajinasikan Gereja sebagai rumah yang adem ayem. Petrus dan Paulus merepresentasikan elemen hirarki dan misi, yang jelas-jelas berbeda.

Petrus mencoba jadi orang Yahudi yang baik, taat hukum, tetapi malah kerap kali tindak-tanduknya seperti orang yang tak mengenal Allah, bahkan jadi lawan Allah. Masih ingat, bukan, Yesus pernah menghardiknya: enyahlah engkau, Iblis! (Mrk 8,33). Sementara itu, Paulus adalah sohib orang-orang pagan, tetapi karena terdidik, bisa hidup dengan model iman yang integral seperti orang Yahudi pada  umumnya. Petrus punya pengalaman langsung dengan Yesus dari Nazaret, sedangkan Paulus naik daun setelah Yesus itu mati dan bangkit.

Apa yang memungkinkan mereka dirayakan bersama? Kristus! Kristus yang mengajar Petrus, Kristus juga yang menjumpai Paulus untuk pertobatannya. Baik Petrus dan Paulus sama-sama ngefans Yesus Kristus. Siapa yang paling kristiani dari antara mereka? Yang tradisional atau inovator? Yang konservatif atau yang progresif? Mana yang paling sah sebagai model untuk mengikuti Kristus?

Sori, Brow, itu pertanyaan konyol, seperti mempertanyakan mana doa yang paling diterima Allah: yang mengikuti ritus ketat tradisional atau yang inovatif. Kebanyakan orang yang dihantui dengan persoalan ini punya problem psikis (ikut yang tradisional tidak, yang inovatif juga tidak), dan problem ini takkan dipecahkannya sampai orang terbakar oleh cinta kepada Kristus. Itulah yang membuat Petrus dan Paulus sempat bertengkar tetapi justru karena pertengkaran itulah mereka menemukan poin pentingnya: entah tradisional atau inovatif, yang penting menyelesaikan pertandingan yang baik,… mencapai garis akhir dan …memelihara iman (2Tim 4,7).

Mengambil posisi mati-matian untuk menjadi kaum tradisional atau inovatif hanya akan membuat orang jatuh dalam pertengkaran yang abal-abal dan hasilnya pun abal-abal: seolah-oleh Petrus lebih baik dari Paulus, dan sebaliknya. Dua orang itu menjadi besar karena Kristus. Jadi, sudah sewajarnya orang berfokus pada Kristus sendiri dan segala tindak-tanduknya diukur berdasarkan kejujuran dan ketulusan dalam menjalin relasi personal dengan-Nya. Tanpa itu, kedua posisi itu menyesatkan dan hal yang dipertentangkan selalu gak penting banget, kalau bukan gak jelas.

Ya Allah, bantulah aku untuk mampu mengalah dalam hal sepele dan tegas terhadap cinta kepada Putera-Mu. Amin.


HARI RAYA S. PETRUS DAN S. PAULUS
Senin Biasa XIII B/1
29 Juni 2015

Kis 12,1-11
2Tim 4,6-8.17-18
Mat 16,13-19

Posting Tahun Lalu: What You Choose is What You Get

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s