Kalau Sembuh trus Ngapain?

Perjumpaan dengan Tuhan tak hanya terjadi dalam tempat-tempat ibadat. Kemarin malah kita dapati informasi bahwa di tempat ibadat itu bisa jadi ada yang kerasukan roh jahat (baca: kesucian tempat ibadat tidak terletak pada ‘barang-barang suci’nya, entah altar, lilin, panti imam, atau bahkan tabernakel, misalnya. Ya maaf, banyak orang menyamakan kesucian dengan sopan santun belaka). Oleh Yesus, roh jahat itu dihardik keluar dan pengusiran setan itu terjadi secara tuntas. Hari ini dikisahkan bagaimana perjumpaan dengan Tuhan terjadi di rumah, yaitu di rumah mertua Petrus yang menderita demam keras.

Tetapi, coba bayangkan, tak pernah sekarang ini kita dengar bahwa seorang dokter menghardik malaria atau demam berdarah. Terjemahan itulah yang dipakai dalam Kitab Suci bahasa Indonesia. Kata ‘menghardik’ ini mirip dengan kata yang dipakai pada ayat sebelum dan sesudahnya (Luk 4,35 dan 4,41), tetapi sepertinya Lukas justru mau mengatakan bahwa penyembuhan yang dilakukan Yesus ini tak otomatis terkait dengan kerasukan roh jahat. Penyembuhan ini mau menyodorkan kuasa Yesus atas penyakit, bukan kuasanya terhadap roh jahat yang bisa bikin sakit orang. Penyakit membatasi ruang gerak seseorang untuk menunaikan tanggung jawabnya, maka penyembuhan mertua Petrus ini menuturkan bagaimana perempuan itu segera melayani mereka.

Perjumpaan dengan Tuhan membebaskan orang, sebagai co-worker Allah, untuk melayani sesama di dunia ini dan bukannya membuat orang berkubang dalam zona nyamannya. Banyak orang mencari Yesus dan memintanya supaya tinggal di situ, tetapi mau bagaimana, Allah mesti bisa dijumpai di tempat lain juga. Tampaknya begitulah tendensi manusia: ingin mendaku (mengklaim sebagai miliknya) apa saja, terutama yang terkait dengan kepentingannya. Tidak diceritakan bagaimana reaksi mertua Petrus selain bahwa ia melayani mereka, dan juga tidak dikatakan bahwa Yesus berlama-lama tinggal di situ untuk menikmati pelayanan mertua Petrus.

Tuhan, semoga roh-Mu senantiasa menggerakkan aku untuk dengan rela hati melepaskan aneka hal yang menjauhkan aku dari-Mu. Amin.


HARI RABU BIASA XXII B/1
2 September 2015

Kol 1,1-8
Luk 4,38-44

Posting Tahun Lalu: You are God’s Co-Worker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s