Baca Kitab Suci? Ngapain!

Saya pernah terhindarkan dari peristiwa memalukan, thanks to Kitab Suci. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu saya pernah menjadi sukarelawan di sebuah rumah sakit untuk anak-anak cacat ganda (fisik dan mental). Singkat cerita (versi panjangnya klik di sini), saat saya kelelahan fisik dan mental, saya hampir menggebrak meja dan marah-marah kepada seorang anak yang merengek-rengek minta mainan. Hanya sepersekian detik ungkapan kemarahan heboh saya itu hampir terjadi sebelum saya mendengar suara yang sangat keras di telinga (batin) saya: kasih itu sabar, lemah lembut, rendah hati… Dari manakah suara itu? Pasti tak ada orang lain yang mendengar, padahal saya mendengar suara itu begitu keras sehingga saya menghentikan gerak tangan saya yang hampir menyentuh meja.

Itulah yang bisa saya sebut sebagai pengalaman biblis (bau-bau kitab suci). Frase ‘kasih itu sabar’, semua orang Kristen tahu, asalnya dari tulisan Paulus (1Kor 13,4-8) dan saya memang kerap mendengarnya, pernah membacanya sendiri jauh-jauh hari sebelum saya menjadi relawan itu. Pertanyaan saya, kenapa frase itu keluar sebagai suara keras pada saat saya hendak marah pada seorang anak yang punya keterbatasan mental dan fisik? Kenapa tidak muncul ketika saya hendak membentak sopir bis Metro Mini yang membahayakan pengendara lain? Kenapa suara itu tidak bergema ketika saya hendak memarahi orang lain yang begitu arogan?

Jawabannya, saya tidak tahu.

Pokoknya, saat itu saya hanya merasa mata saya tercelikkan dan sungguh bersyukur. Biar bagaimanapun, saya adalah manusia rapuh, dan kerapuhan itu sama sekali tidak menjadi excuse bagi saya untuk melulu memberi toleransi atas kelemahan, kemalasan, kecengengan, kemanjaan, dan sebagainya. Kerapuhan itu justru mesti membuat diri saya terbuka pada tuntunan Roh sendiri dan jelas dalam kasus saya ini, Roh itu bekerja dalam Sabda Allah yang konkretnya ialah frase dari Kitab Suci itu.

Kerja Roh seperti itu rupanya juga tidak instant. Kebanyakan orang berpikir bahwa semakin banyak doa, devosi, ziarah, semakin besar kemungkinannya bahwa tahu-tahu kekuatan Roh itu mak cling nongol dalam diri mereka. Ya memang sih Roh bekerja sebagaimana Dia mau bekerja (Yoh 3,8), tetapi dari pihak manusia toh tetap ada kondisi-kondisi wajar tertentu. Untuk orang biasa seperti kita (kita? Elu kale’), membaca Kitab Suci adalah salah satunya.

Bacaan-bacaan kemarin menuturkan bagaimana Yesus melakukan penyembuhan baik di tempat ibadat, maupun di rumah orang biasa (kelak di jalan). Dengan bacaan hari ini juga bisa diketahui bagaimana Yesus berkotbah bukan hanya di tempat ibadat, melainkan juga di tempat tempat kerja di tepi danau (kelak di bukit). Trus kenapa? Apa kita mau kotbah di tempat kerja juga? Ya sumonggo kalau mau tanggung risiko disambit sandal office-boy. Pokoknya bukan itu pesannya: Roh itu bekerja di mana-mana, sehingga di mana-mana dibutuhkan keterbukaan hati orang supaya orang bisa mengalami kesatuan dengan Allah sendiri.

Pengalaman biblis yang saya share-kan mengandaikan bahwa sebelumnya orang sudah membaca, mendengar, melihat apa-apa saja yang dijiwai oleh Kitab Suci. Roh pada umumnya hampir absen pada kita yang cinta mati pada yang instan, bahkan termasuk kegiatan membaca Kitab Suci tanpa memberi waktu untuk meresapkannya dalam hati. Gereja Katolik memberi kemudahan karena ada kalender liturgi sehingga orang tak perlu lagi bingung dengan apa yang mesti dibaca dan tidak jatuh pada tahyul waton buka halaman berapa dan itulah yang harus dilaksanakannya hari itu! Lu kira resep masakan po?

Tuhan, semoga terbangun niatku untuk setia pada Sabda-Mu, juga yang tertuang dalam Kitab Suci. Amin.


HARI KAMIS BIASA XXII B/1
Peringatan Wajib St. Gregorius Agung
3 September 2015

Kol 1,9-14
Luk 5,1-11

Posting Tahun Lalu: Jangan Takabur, Bray!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s