Fight The Good Fight!

Sebagian orang Katolik ragu-ragu bahwa pendiri Gereja adalah Yesus Kristus. Ungkapan keraguan itu terletak dalam keterangan ‘tidak langsung’, misalnya. Artinya, menurut orang yang ragu ini, Yesus Kristus mendirikan Gereja melalui rasul dan murid-muridnya. Jadi, ia tidak secara langsung membangun Gereja.

Memang, itu bergantung juga pada pengertian Gereja sih. Jika Gereja dimengerti sebagai jajaran otoritas hirarki (Paus, Uskup, Imam, Diakon–yang tak punya hubungan logis dengan prodiakon), Yesus Kristus tak pernah mendirikannya secara langsung. Tetapi, jika Gereja dipahami sebagai persekutuan umat beriman, umat Allah, tak ada alasan untuk mengatakan bahwa Yesus mendirikan Gereja secara tidak langsung. Ia sendiri mendirikan Gereja! Sekali lagi, Gereja! Blog ini sama sekali tak pernah dimaksudkan sebagai corong agama, apapun agamanya. Bukan agama (Katolik) yang dibela oleh blog ini (kalau blog bisa membela), melainkan persekutuan imannya.

Lha, persekutuan iman itu dilakukan Yesus sendiri ketika ia memanggil dan memilih murid dan para rasulnya, bukan? Ia memberi pengajaran iman, melakukan ziarah, menyembuhkan orang sakit dan kerasukan tidak dalam kesendiriannya! Dalam teks Injil hari ini, yang konon dibuat dalam kondisi masyarakat yang menomerduakan perempuan, juga dinyatakan dengan jelas bahwa perempuan punya peran besar bagi misi Yesus dalam membangun Gereja. Bahwa kemudian muncul problem manajerial, itu sebuah keniscayaan. Tak heran, dalam sejarah kemudian muncul aneka macam aliran agama dan ajaran, tetapi itu bukan pokok perhatian tulisan ini.

Pertandingan iman yang disodorkan Paulus kepada Timotius dalam bacaan pertama ini tidak disampaikan dalam konteks konflik agama. Paulus memakai gambaran yang familiar saat itu (1Tim 1,18): fight the good fight, mirip dengan run the good race (yang kiranya rada beda dari eat the good food ya). Paulus menyemangati Timotius supaya tetap setia dalam iman dan menyelesaikan hidupnya sebagai pelayan iman seperti sudah ditetapkannya sejak semula. Maklum, Paulus juga mengerti bahwa orang bisa berapi-api merencanakan proyek, tapi di tengah perjalanan mak thung thung pes… Orang bisa penuh antusiasme untuk mengakhiri masa balita perkawinan, dan berakhir pula komitmennya setelah itu… Orang mau terima hasil, tanpa mau susah berproses…

Pertandingan iman tidak bicara soal mengkritik agama lain, bertanding dengan agama lain, menyerang penganut agama lain, tetapi soal endurance, stamina orang untuk merealisasikan apa yang diimaninya. Banyak kali stamina itu mletho karena orang tak lagi berdoa, tak lagi concern dengan relasi pribadinya dengan Tuhan, tetapi malah sibuk mengurus agama, mengurus struktur, prosedur, birokrasi, dan sejenisnya.

Tuhan, semoga aku senantiasa percaya bahwa apapun yang Kaumulai, akan Kau selesaikan juga dengan rahmat-Mu. Amin.


HARI JUMAT BIASA XXIV B/1
18 September 2015

1Tim 6,2c-12
Luk 8,1-3

Posting Tahun Lalu: Perempuan Itu…

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s