Ayo Daftar Ulang

Ikut Yesus itu kok sepertinya susah melulu ya. Diwanti-wanti terus bahwa mengikuti dia berarti siap menderita, bahkan mungkin mati (gak ikut dia juga akhirnya mati toh?). Njuk kapan happynya di dunia ini? Mosok mesti nunggu sampai kiamat baru happy? Ya gak juga sih, bergantung dari cara kita memahami kebahagiaan itu.

Injil hari ini mengisahkan tujuh puluh murid yang kemarin diutus berdua-dua itu kembali dari misi mereka mewartakan kabar gembira. Mereka mengalami suasana yang dijanjikan Yesus: kekuatan cinta ilahi sendiri yang memungkinkan mereka menyebarkan kabar gembira, kesembuhan, kebebasan dari roh jahat. Mereka sendiri begitu gembiranya seolah-olah tak percaya akan apa yang mereka alami: juga setan-setan takluk kepada kami demi namamu (Luk 10,17 ITB). Segera Yesus mengingatkan mereka bahwa kegembiraan mereka itu pertama-tama bukan kegembiraan karena telah mengalahkan setan (meskipun itu memang menggembirakan), melainkan karena nama mereka telah terdaftar di surga.

Kapan orang mendaftarkan diri atau didaftarkan ke surga? Saat mereka menaruh kepercayaan kepada Allah, meletakkan hidup dalam penyelenggaraan ilahi, membaktikan bakatnya bagi pelayanan Kerajaan Allah. Pada saat seperti itulah orang beriman menampakkan kemuliaan Allah: kegembiraan hidupnya tak lagi dilandaskan semata pada seberapa sukses ia memanipulasi atau merekayasa alam atau bahkan sesama manusia, seberapa banyak sains yang dikuasainya, seberapa canggih teknologi yang dimilikinya, dan sebagainya. Kegembiraan karena aneka kemajuan sains itu tentu bukan sesuatu yang negatif, tetapi tidak bisa menjadi tolok ukur kepenuhan hidup manusia. Hidup bersama Allah pencipta, dengan mengikuti Kristus, melalui Roh yang tertera dalam hati orang, kiranya lebih menjamin kegembiraan sejati.

Belakangan ini banyak produksi klip video yang menggugah hati orang untuk kebaikan. Ini adalah seruan batin orang akan moralitas yang menjamin kebaikan bersama. Dari manakah seruan batin itu? Mungkin dari luka-luka atau cedera batiniahnya, tetapi jauh di kedalaman sana, ada bisikan ilahi yang jauh lebih kuasa daripada kekuatan lainnya.

Ya Tuhan, semoga aku semakin peka dan konsekuen untuk merealisasikan kehendak-Mu. Amin.


HARI SABTU BIASA XXVI B/1
3 Oktober 2015

Bar 4,5-12.27-29
Luk 10,17-24

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s