Gosip Ah…

Menurut lirik salah satu tembang Timex Social Club, rumor alias gosip itu started by the jealous people and
they get mad seein’ somethin’ they had and somebody else is holdin’. Mulainya dari orang-orang yang iri hati dan cemburu karena tersihir oleh apa yang dimiliki orang lain dan membandingkannya dengan apa yang ada pada dirinya.

Konon di tanah Mediterania itu sudah umum bahwa seorang ibu bisa nyeletuk seperti yang disajikan dalam teks hari ini: Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau! Seletukan ibu-ibu ini kiranya membuat murid-murid yang sedang mendengarkan pengajaran Yesus itu gembira, tetapi mungkin sekaligus malu juga. Gak sambung banget ungkapan emosional disampaikan saat orang sedang sirius mendengarkan wacana. Akan tetapi, Yesus tidak menampik seletukan ibu itu dan secara asertif menyampaikan pernyataan: Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.

Dengan ungkapan itu, Yesus merekomendasikan suatu cara baru dalam memandang relasi keluarga, juga dalam cara memandang kehidupan. Sabda Allah tidak muncul dari kebijaksanaan duniawi: genetika (yang bisa direkayasa), bakat atau talenta (yang bisa dilatih), apalagi barang-barang duniawi (yang bisa diupayakan sendiri atau berkelompok). Sebaliknya, bagaimana rekayasa dan perolehan hal-hal itu semua akan bergantung dari Sabda Allah yang didengarkan dan dipelihara oleh manusia.

Oleh karena itu, saya malah heran kalau ada orang terkagum-kagum tiada henti oleh aneka macam prestasi orang lain. Bayangkan, apa hebatnya anak tukang becak, kayu, pemulung miskin menyelesaikan jenjang doktoral? Lha iya hebat dong Romo, ingatase anak keluarga miskin kok bisa otaknya encer banget! Memangnya otak encer itu dipengaruhi pertama-tama oleh kaya miskinnya ortu? Bukan toh? Sudah dari sononya gitu! Iya Romo, tapi kan bisa saja duit ortu itu dipakai untuk rekayasa gen supaya anaknya pintar seperti Einstein.

Haiya itu soal lain, tetapi kalau mau jujur juga sebetulnya tak ada hebat-hebatnya: semua orang yang berpendidikan cukup ya tahu bahwa rekayasa genetika bisa menghasilkan ini itu seturut kehendak manusia. Kalau A maka B dan jika B maka C. Itu jelas, tak ada yang mengherankan. Kalau orang mau C, dia mesti B, karena itu juga kudu A. Tak ada yang mengagumkan dari realisasi kehendak manusia: ujung-ujungnya vanity, fana, pada saatnya akan out of date.

Hari ini Yesus mengundang pendengarnya untuk juga memakai tolok ukur selain logika jika A maka B maka C itu: jika A, mungkin B, bisa jadi C. Yang penting entah B atau C itu memang klop dengan Sabda Allah sendiri, bukan semata-mata kehendak manusia. Dengan disposisi ini, muncullah kebijaksanaan yang hidup dari kedalaman hati manusia. Yesus tidak menyalahkan ibu yang berujar bahwa Maria, ibu Yesus itu, pantas berbahagia. Maria bisa saja bangga mempunyai Yesus sebagai buah hatinya, tetapi jauh lebih bahagia lagi orang yang bisa memakai logika ABC tadi untuk merealisasikan kehendak Allah, dan itu mengagumkan.

Tak mudah memang memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan bersama. Pasti ada saja yang, kalau tak bisa melawannya, berusaha numpang populer, numpang ngeruk untung, dan sebagainya. Rekayasa genetika sudah sulit, tetapi lebih sulit lagi merekayasa kehendak Allah supaya tertera dalam hati, pikiran, dan tindakan manusia. Begitulah, karena kehendak Allah tak pernah bisa dibakukan, dijadikan objek yang bisa dikaji dengan logika ABC tadi. Pada setiap momen, orang beriman mesti bertanya diri apa yang dikehendaki Tuhan daripadanya. 

Tuhan, mohon rahmat kesetiaan supaya keterpautan hati dengan-Mu terjaga. Amin.


HARI SABTU BIASA XXVII B/1
10 Oktober 2015

Yl 3,12-21
Luk 11,27-28

Posting Tahun Lalu: Lebih Baik dari ASI, Adakah?

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s