Terserah Gue Donk

Pernahkah Anda perhatikan ekspresi orang saat mereka menunggu sesuatu? Entah yang ditunggu itu sesuatu yang menyenangkan atau tidak, ada semacam batas waktu yang menjadi titik balik: menjadi cemas, khawatir, takut, bosan, marah, kesal, dan sebagainya. Setiap orang punya toleransi terhadap batas waktu itu. Yang perfeksionis mungkin punya zero tolerance, tak ada kata terlambat satu menit sekalipun. Yang sangat toleran barangkali hidupnya selo alias luang, terlambat tiga jam pun no problem.

Entah satu menit, entah tiga jam, soalnya jadi runyam jika orang menunggu sesuatu dengan hitungan kronos tanpa kairos. Sudah setengah jam belum juga dimulai acaranya, sudah setengah hari belum juga tiba kirimannya, masih H-1 sudah ditagih hutangnya, dan sebagainya. Tanpa kairos, aneka hal seperti itu bisa membuat orang stress dan lama kelamaan terkena stroke (dengan kairos saja bisa stroke kok). Penantian dengan kairos itu, dalam terang bacaan Injil hari ini, adalah kegembiraan dalam Roh Kudus. Wah… suci amat sih bahasanya! Gembira ya gembira aja, kok pake’ dalam Roh Kudus segala!

Tahu padanan ungkapan “gembira ya gembira aja, kok pake’ dalam Roh Kudus segala”? Itu padanannya meme yang melukiskan perusak pemandangan bunga Amaryllis di Wonosari beberapa saat lalu: Terserah gue donk, yang penting gw hepi!
Dengan meditasi tingkat tinggi, orang bisa tetap hepi setelah balapan mobil dan jebulnya mobilnya merenggut nyawa orang lain [tentu saja, orang yang piawai bermeditasi, rasa-rasanya janggal juga akan kebut-kebutan dengan kuda jingkrak atau banteng ngamuk]. Memang, orang bisa hepi tanpa syarat, dalam kondisi apapun orang bisa hepi. Orang tidak membiarkan respon atau reaksinya diatur oleh kondisi-kondisi di luar dirinya. Ini sesuatu yang bagus, kan?

Yesus tidak bicara soal yang bagus-bagus saja. Hepi yang dilekatkan pada Yesus dalam bacaan Injil hari ini pun bukanlah hepi sentimental yang bisa menandakan kebebalan orang. Justru sebaliknya! Yesus bergembira dalam Roh Kudus karena Allah menyatakan misteri-Nya bukan kepada orang bijak dan pandai, yaitu orang picik yang sudah merasa diri benar segala-galanya. Yesus bergembira dalam Roh Kudus karena misteri itu terungkap dalam keterbukaan orang kecil: orang yang sadar kepicikannya tetapi terus menerus mencari cara untuk memperluas wawasan rohaninya, mendengarkan Sabda Allah.

Allah yang maharahim, berilah rahmat kerendahan hati supaya kami sekurang-kurangnya mau mendengar Sabda-Mu. Amin.


HARI SELASA ADVEN I C/2
Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus
(Martir Indonesia)
1 Desember 2015

Yes 11,1-10
Luk 10,21-24

Posting Tahun Lalu: Tuhan Tandingan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s