Good Bye, Ilusi!

Umumnya dalam mengerjakan skripsi atau tesis, bagian pendahuluan itu ditulis pada akhir proses. Injil Yohanes rupanya juga mengikuti yang umum itu. Bagian prolog yang dikutip hari ini kiranya ditulis di akhir, ketika penulisnya sudah punya gambaran komplet mengenai seluruh proyek detil tulisannya. Tapi, maaf, tulisan Yohanes ini ngeri deh. Susah, susah, susah. Tapi coba saya cari jalan yang lebih mudah dengan berangkat dari teks bacaan pertama saja ya.

Pada bacaan pertama itu terasa nuansa gemesnya Yohanes terhadap kenyataan jemaatnya saat itu: jebulnya pada kelompok orang yang mengikuti Kristus pun toh masih ada pengikut-pengikut palsu. Dia pikir, kalau semua orang menyatakan diri menjadi pengikut Kristus, lantas hidup itu jadi tenang dan damai. Lebih naif lagi, orang bisa berpikir bahwa jika semua orang di dunia ini memeluk agama A, maka terciptalah perdamaian. Tetapi ya jelas dong, untuk membuat semua orang di dunia ini memeluk agama A, apa ya dimungkinkan tanpa kekerasan? Tidak mungkin. Tidak mungkin, tidak mungkin. Satu iman, saya masih bisa mengerti; tetapi satu agama, kiamat! Si vis pacem, para bellum!

Orang mesti bersiap-siap mengadakan perang jika level perdamaiannya adalah level penyeragaman asesoris, kultur, bahasa, dan agama. Teks Injil Yohanes mengundang semua orang dari segala penjuru untuk menangkap Roh yang melingkupi seluruh ciptaan: Firman, Sabda Allah, yang dengan setia hendak menggapai umat-Nya dengan aneka cara, bukan dengan cara monolitik. Adalah ilusi mempertahankan supremasi sebuah cara Allah mewahyukan Diri kepada manusia.

Tantangan ke depan ialah bagaimana setiap orang peka terhadap cara Allah mewahyukan Diri kepada dirinya maupun orang lain, bagaimana ia membahasakan wahyu yang diterimanya sedemikian rupa sehingga berlaku juga bagi orang lain dengan cara yang berbeda.

Tuhan, bantulah aku melepaskan ilusi-ilusiku yang membebani hidupku. Amin.


HARI KETUJUH OKTAF NATAL
Kamis, 31 Desember 2015

1Yoh 2,18-21
Yoh 1,1-18

Posting Tahun Lalu: Kapan Pangling kepada Dia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s