Matinya Nurani Wong Edan

Tersangka koruptor sekarang ini mungkin masih bisa tenang-tenang saja wong banyak temannya. Syukur kalau gak terbukti (meskipun memang korupsi). Kalau sampai terbukti pun, masih bisa ramai-ramai jadi terdakwa. Jadi terdakwa juga masih bisa hahahihi karena kalaupun tuntutan jaksa dikabulkan hakim, hukumannya masih bisa ditutup dengan duit yang mereka tilep.

Konon di sebuah rumah sakit gila (mosok ada rumah sakit gila?) ada beberapa pasien yang diikat satu sama lain karena perawatnya kewalahan atas polah mereka. Cara yang mudah: ikat saja mereka supaya tidak macam-macam! Seorang dokter senior datang ke rumah sakit itu dan ketika melihat pasien yang dirantai bersama-sama, ia memanggil para perawat dan menanyai mereka,”Mengapa mereka dirantai begitu?” Para perawat menjawab dengan nada yang mirip,”Mereka gila!” Setelah itu si dokter berteriak,”Kalian yang gila, kalian yang sakit!”  Hmm… jadi susah deh menentukan kriteria siapa yang gila!

Orang-orang muda mungkin tak begitu peduli, sementara orang tua mungkin mulai berhitung-hitung untuk memperhatikan batas normal: kolesterol, asam (a)urat, gula, dan lain sebagainya. Batas normal kesehatan fisik itu relatif mudah diukur bahkan meskipun tanpa medical check-up: sendi linu, mudah lelah, rasa tegang pada tengkuk, dan sebagainya. Batas normal kesehatan mental juga kurang lebih bisa diukur dengan bantuan ilmu jiwa. Akan tetapi, siapa yang menentukan batas normal suara hati?

Tokoh utama bacaan pertama hari ini, kalau dituangkan dalam film, bisa jadi tak menarik simpati penonton: berkali-kali disakiti dan punya kesempatan untuk membalas dan bahkan membunuh sumber penyakit kok ya malah membiarkannya status quo, dan masih meratapi kematiannya pula. Sinting. Tentu saja, penilaian ini bergantung pada keberpihakan, basic attitude penonton. Begitu pula dengan judgement sanak keluarga terhadap Yesus. Mereka hendak menjemputnya karena menganggap Yesus sinting.

Ya memang sinting sih, tapi mengingat problem batas kenormalan tadi, kiranya lebih relevan mempersoalkan kesintingan itu ditujukan untuk apa atau siapa. Dengan kata lain, lihat saja basic attitude orang yang kita anggap sinting itu. Daud berkeyakinan teguh bahwa ia tak akan melukai orang yang dipilih Allah. Yesus berjuang supaya tak ada orang yang dikecualikan dalam suatu bonum commune. Mereka adalah orang-orang yang hati nuraninya hidup meskipun bisa dianggap sinting.

Ya Allah, semoga semakin banyak hati orang yang menjadi lahan subur bagi sabda-Mu. Amin.


HARI SABTU PEKAN BIASA II C/2
23 Januari 2016

2Sam 1,1-4.11-12.19.23-27
Mrk 3,20-21

Posting Tahun Lalu: Dasar Orang Gila!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s