Dasar Orang Gila!

Tidak dimengerti oleh orang asing mungkin tidak jadi masalah, kecuali jika bayarannya jadi kurang banyak (entah Anda tukang becak atau taxi driver). Tidak dipahami orang dekat bisa jadi masalah besar; orang bisa merasa dikhianati karena tidak dipahami itu. Begitulah yang dialami Yesus yang dijemput kaum keluarganya: mereka bahkan menganggapnya gak waras lagi.

Tindakan Allah terhadap dunia ini memang melampaui kewarasan dan kenyamanan manusia pada umumnya. Begitu pula pilihan Fransiskus dari Sales untuk membangun komunitas religius alternatif pada masanya. Alih-alih mengikuti hidup biara yang mainstream pasca masa reformasi Luther, Fransiskus dari Sales memberi landasan bagi orang-orang yang punya kerinduan akan Allah untuk mewujudkan saluran Roh Allah dengan pelayanan terhadap orang-orang miskin.

Pertanyaannya: kalau kerohanian adalah saluran bagi Roh, bukankah seharusnya Fransiskus dari Sales ini mengembangkan potensi karirnya? Bukankah dengan pengembangan potensi itu ia memuliakan Tuhan? Kenapa dia malah banting setir jadi imam?

Pelayanan yang dia tekuni itulah yang rupanya menjadi bagian pembenahan Gereja yang tercabik-cabik akibat reformasi. Fransiskus dari Sales mengarahkan potensinya bukan untuk karir pribadi, melainkan sebagai partisipasi proyek Allah yang lebih luas daripadanya. Orang-orang yang seperti ini normalnya dianggap sinting.


SABTU BIASA II B/1
Peringatan Wajib St. Fransiskus dari Sales
24 Januari 2015

Ibr 9,2-3.11-14
Mrk 3,20-21

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s