Hatimu Kok Keras, Nak

Jujur ya, apa yang ada di benak Anda kalau mendengar ungkapan “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”? Ini teks dalam Kitab Suci Kristen dan orang Kristen tentunya tahu bahwa kalimat ini dilekatkan pada mulut Yesus yang memanggil Matius. Matius ini pemungut pajak yang dikucilkan orang-orang Yahudi karena dianggap sebagai pengkhianat bangsa. Kok isa, kan pajak dipakai untuk pembangunan? Iya, tapi pungutan itu larinya ke penguasa Romawi, bukan kembali kepada bangsa Yahudi pada umumnya. Njelehi kan orang macam begini? Dan Yesus memilih orang seperti itu untuk jadi muridnya!

Apakah ini pembenaran untuk para pendosa, karena Yesus datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa? Artinya, apakah ini bisa jadi alasan orang untuk berkubang dalam lembah kekelaman dosa, supaya Yesus datang dan memanggilnya?

Problemnya: emang ada gitu orang yang bukan pendosa di hadapan Allah? Kategori dosa yang disodorkan Kitab Suci itu kan kategori yang dibikin orang Yahudi sendiri: pemungut cukai, pelacur, orang sakit kusta, garong, pezinah. Sedangkan orang benar adalah mereka yang saleh dalam arti menaati aturan hukum Taurat dan ritual keagamaan Yahudi. Kategori yang dipakai Yesus berbeda. Ia melihat hati orang dan memanggil orang yang memiliki keterbukaan hati dan kehausan akan Sabda Allah seperti dituturkan dalam bacaan pertama. Tolok ukur ini mengatasi kategori pendosa-orang benar ala orang Yahudi pada saat itu (dan mungkin juga sampai sekarang, dan bukan hanya untuk orang Yahudi, karena orang cenderung menghakimi dengan tolok ukur moral: orang yang taat itu baik, yang bawel jelek, dan sebagainya).

Yang utama bagi Yesus bahwa orang punya keterbukaan hati yang memungkinkannya bertobat, dan pertobatan juga tak cukup dimengerti melulu dengan kategori orang Yahudi tadi, seolah-olah yang perlu bertobat cuma pemungut cukai. Jadi, rasa saya, Yesus mengundang dan memilih Matius bukan pertama-tama karena dia pendosa, melainkan karena dia punya keterbukaan hati. Lha njuk ngopo kok Yesus mengatakan “Aku datang untuk memanggil orang berdosa, bukan orang benar”? Romo ini muter-muter aja!
Ya itu ditegaskannya untuk menunjukkan preferensinya. Dia itu tidak sedang mengajar filsafat atau teologi. Yesus menindakkan substansi panggilan Allah kepada manusia: mbok ya gak usah arogan dengan status hidupmu, apapun itu, terimalah Sabda Allah dan jangan bertegar hati. Lha, yang bertegar hati kan persis malah ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, bukan? Itu mengapa Yesus datang bukan untuk memanggil mereka, bukan karena mereka ahli Taurat atau Farisi, melainkan karena ketegaran hati mereka.

Mengikuti Kristus, menanggapi panggilan Yesus, apapun suku, agama, bangsanya, mengandaikan self-awareness dan keterbukaan pada prinsip dasar kehidupan. Tanpa keterbukaan itu, orang cuma hidup dalam lingkaran menang-kalah, sukses-gagal, kaya-miskin, dan sejenisnya. Keterbukaan hati pada prinsip dasar kehidupan, yaitu Sabda Allah sendiri, mengatasi paradigma yang mendangkalkan makna hidup orang bahkan bisa jadi menghancurkannya. Monggo silakan lihat lagi apa jadinya kalau orang tak menerima azas dan dasar hidupnya. Silakan kontemplasikan hidup orang yang hendak mengeraskan hatinya dengan pikiran-pikirannya sendiri.

Tuhan, semoga aku senantiasa terbuka pada Sabda-Mu dalam hatiku. Amin.


HARI JUMAT BIASA XIII
1 Juli 2016

Am 8,4-6.9-12
Mat 9,9-13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s