Mulai dari Fitrah

Konon kepercayaan kepada teman dan persahabatan dibangun bukan dalam kedekatan tempat tinggal, melainkan malah dalam jauhnya jarak fisik. Kedekatan tempat tinggal memang memungkinkan orang mudah blusukan di tempat teman dan ini mengesankan ada nuansa kepercayaan tetapi tak jarang malah berwarna pengkhianatan dalam satu dan lain hal. Di situlah juga susahnya hidup perkawinan atau hidup berkomunitas: orang bertahan hidup dalam komitmen bersama dengan aneka pengkhianatan entah kecil entah besar berserakan di sana sini.

Autentisitas persahabatan dan nilai-nilai yang menyertainya (cinta, hormat, harmoni, misalnya) menghargai jarak fisik dan perbedaan. Artinya, perbedaan dan jarak fisik itu diberi peluang tanpa kans untuk menghancurkan kepercayaan bahwa nilai persahabatan dan kawan-kawannya tetap dijunjung tinggi.

Panggilan dua belas murid dan perutusan mereka mengandaikan kepercayaan yang diberikan Yesus. Terserah bagaimana mereka menjalankannya, pokoknya mereka membangun komunitas dengan berpusat pada Yesus dan menjauhkan pengaruh negatif dari roh-roh jahat yang gentayangan dalam hidup orang. Di mana? Pertama-tama di lingkungan orang Yahudi sendiri. Tak usah repot memikirkan orang-orang Samaria, nanti mesti dapat gilirannya.

Dua belas rasul sendiri sebagian besar berasal dari tradisi Perjanjian Lama, dilihat dari nama-namanya. Cuma ada satu yang namanya berbau Yunani: Filipus. Artinya, tetap ada nuansa murid-murid Yesus itu keluar dari lingkaran tradisi lama Yahudi, tetapi toh ada porsi besar untuk membaharui tradisi lamanya sendiri. Alih-alih repot mengurusi ‘rumah tangga’ orang lain, ada baiknya membaharui ‘rumah tangga’ sendiri supaya syukur-syukur bisa jadi inspiratif bagi rumah tangga orang lain: Kerajaan Allah itu sudah dekat, tak perlu bersusah payah dengan bom bunuh diri, dengan ritual yang ribet untuk menyongsong kiamat. Hari kemenangan sudah tiba dan indikasinya jelas: orang saling memaafkan, menerima kerapuhan diri dan sesama, serta membiarkan Allah memulai ciptaan baru seturut fitrahnya. 

Tuhan, mohon rahmat supaya kami tetap eling pada fitrah kami sebagai makhluk ciptaan-Mu, yang maharahim lagi pengampun. Amin.


HARI RABU BIASA XIV
6 Juli 2016

Hos 10,1-3.7-8.12
Mat 10,1-7

Posting Rabu Biasa XIV B/1 Tahun 2015: Hari Gini Kristenisasi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s