Antara Mimpi dan Kenyataan

Kemarin dipakai judul Antara Angan dan Harapan. Hari ini dipakai judul Antara Mimpi dan Kenyataan. Apakah ‘angan’ itu paralel dengan ‘mimpi’ dan ‘harapan’ itu paralel dengan ‘kenyataan’? Enggak. Agaknya chemistry mimpi lebih klop dengan harapan sehingga tak heran para motivator menegaskan supaya orang mengimpikan sesuatu demi meraih keberhasilan. Orang yang gak punya mimpi ya hidupnya gak move on move on [iki konstruksi bahasa apa ya]. Di sini segera kita tahu bahwa mimpi yang dimaksud bukanlah bunga tidur.

Begitu pula halnya dengan mimpi yang dikisahkan dalam teks hari ini. Bukan bunga tidur, tetapi juga bukan mimpi ala motivator. Ceritanya Yusuf tidur njuk ngimpi didatangi malaikat supaya membawa istri dan bayinya mengungsi ke Mesir karena Herodes bakal membunuh bayi-bayi di Betlehem dan sekitarnya. Setelah beberapa tahun tinggal di Mesir, dalam mimpinya malaikat memintanya kembali ke Israel. Akan tetapi, Yusuf dan keluarganya tidak kembali ke Betlehem, takut pengganti Herodes adalah fotokopian Herodes. Atas nasihat malaikat dalam mimpi, Yusuf bergerak ke Nazaret.

Dalam posting Kitorang Keluarga Allah sudah cukup jelas bahwa Kitab Suci bukanlah reportase wartawan tentang kenyataan historis tertentu. Ini juga berlaku pada tulisan Matius hari ini. Pembaca tak perlu menafsirkan teks secara sentimental: “Terharu aku kok Yusuf begitu dekat dengan malaikat Tuhan”, “Wah, kasihan ya Yesus sejak bayi sudah terlunta-lunta” Eaaaa…. emangnya penulis Kitab Suci itu demen memainkan perasaan orang?!

Penulis Matius hendak memaparkan suatu kenyataan teologis juga dengan cerita tentang mimpi Yusuf di sini. Apa sih maksudnya kenyataan teologis? Kenyataan yang dipandang dengan terang iman tertentu. Dalam kisah ini berarti kenyataan bahwa Yusuf mendapat inspirasi dari Roh Kudus, wahyu Allah, yang dalam bahasa penulis Matius berupa nasihat Malaikat. Mimpinya sendiri bukan pokok penting. Yang penting adalah Yusuf mengambil keputusan dengan konsultasi Tuhan. Maka, mimpi dalam teks ini justru bukan momen Yusuf tidur, melainkan momen Yusuf mengangkat kesadarannya sebagai makhluk Allah, yaitu momen doa dan refleksi [yang tidak identik dengan ritual/ibadat/devosi].

Dari momen itulah Yusuf menjalankan perannya bukan sebagai suami dan ayah biologis, melainkan sebagai kepala keluarga yang jadi mediasi bagi kehendak Allah. Ini simbolis: mereka ke Mesir, tempat perbudakan dan aneka berhala. Keluarga Yusuf ke Mesir untuk beberapa tahun dan kembali ke Israel. Kehadiran Allah membebaskan orang dari perbudakan dan berhala. Barangkali itu juga sebabnya bahwa kemanusiaan terbelenggu: tidak ada momen doa dan refleksi dalam keluarga [sekali lagi, tidak identik dengan ritual/ibadat/devosi]. Tanpa momen itu, manusia diperbudak oleh aneka idol (materi, jabatan, ideologi) dan kekerasan mengalir darinya juga (Ironisnya, orang yang diperbudak idol merasa dirinya free).

Momen doa dan refleksi menghubungkan mimpi dengan kenyataan dan memisahkan idol dari kehendak Allah. Momen-momen itulah yang memungkinkan institusi keluarga menjadi kenyataan antropologis sekaligus kenyataan teologis. Bisa jadi dengan doa formal, tetapi mungkin lebih mengasyikkan lagi momen bersama duduk-duduk menikmati alam sembari merefleksikan hidup…. [mimpinya sih gitu].

Ya Allah, mohon ketekunan supaya kami dapat melihat kenyataan manusiawi juga sebagai sejarah ‘intervensi’-Mu dalam hidup kami. Amin.


PESTA KELUARGA KUDUS: YESUS, MARIA, YOSEF
(Hari Keenam dalam Oktaf Natal Tahun A)
Jumat, 30 Desember 2016

Sir 3,2-6.12-14
Kol 3,12-21
Mat 2,13-15.19-23

Posting Tahun C 2015: Kitorang Keluarga Allah
Posting Tahun B 2014: Kiblat Hidup Berkeluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s