Lagu Akhir Tahun

Published by

on

Konon ada penelitian yang menobatkan New Zealand sebagai negara paling Islami (padahal jelas mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen, yaitu Katolik, Anglikan, Presbiteran dan Kristen lainnya). Kriteria penilaiannya tentulah tidak memasukkan unsur-unsur ritual, yang jelas bersifat eksklusif, tetapi memakai indikator-indikator yang klop dengan prinsip dan nilai Islami. Yang menarik, prinsip dan nilai Islami ini justru bersifat universal: bisa dihidupi oleh siapa saja tanpa pandang agamanya apa. Prinsip dan nilai itu mengatasi eksklusivitas agama. Tapi gimana ya, memang kalau orang hidupnya dangkal, ia malah jadi eksklusif. 

Surat Yohanes hari ini seakan-akan mengedepankan semangat eksklusif karena menyebut soal anti-Kristus, yang memisahkan diri dari murid-murid Kristus itu. Akan tetapi, ini jelas bukan perkara pertentangan agama, melainkan soal orang yang tak berkehendak mempersaksikan Kristus. Mosok mentang-mentang ada Kristusnya njuk otomatis persoalan agama Kristen! Balik ke penelitian tentang negara paling Islami tadi, ini bukan perkara agama per se: ini soal bagaimana Sabda, Firman itu terealisasikan dalam hidup konkret. 

Menurut bacaan kedua, Sabda itu sudah terealisasikan tetapi orang tak mengenalinya. Sebagian bahkan gagal fokus sehingga mengira Yohanes adalah Firman itu, saking hebatnya Yohanes. Sebagian lain tak menangkap-Nya karena tersangkut pada ritual (dan elemen eksklusif lain) agama, karena Sabda atau Firman itu ditangkap sebagai hukum agama! Wis, gak usah bertele-tele. Dengarkan atau nikmati saja tontonan Celtic Woman berikut:

Ini liriknya:
Sing a new song to the world. Let your voice be heard. Go and bring the word. This whole world was meant to be for you as well as me for humanity. We all travel the same road, carry the same load, reap what we have sowed. You are hoping just like me to live with dignity, hoping to be free.
Sing out, sing out, sing to the world. Sing out, you will be heard. Sing the message and the word. Sing a new song to the world. Sing out, sing to the world.
If your God’s the same as mine, has been for all time, why are we so blind? What we’re doing in his name? Well, it’s a crying shame! We all cry the same.
Sing out, sing out, sing to the world! Sing out, you will be heard. Sing the message and the word. Sing a new song to the world. Sing out, sing to the world
.

Perhatian saya berikan pada bait kedua:
Kalau Tuhanmu dan Tuhanku sama, yang sepanjang waktu sudah ada, kenapa kita ini begitu buta? Apa yang kita buat atas nama-Nya? Ya, itu amat sangat memalukan!
NKRI dengan Pancasilanya mengakui satu Tuhan. Ini pasti sama untuk semua agama. Perbedaan agama semestinya memberi kontribusi untuk menafsirkan kemanusiaan yang adil dan beradab, bukan malah membiarkan diri ditunggangi oleh pencari kuasa nan biadab. It’s a crying shame memakai topeng dan baju agama untuk memenjarakan Tuhan dalam ideologi agama sementara agama dipakai untuk menodai kemanusiaan.

Tuhan, teguhkanlah kami untuk menyanyikan Sabda-Mu dalam hidup berbangsa dan bertanah air. Amin.


HARI KETUJUH OKTAF NATAL
Sabtu, 31 Desember 2016

1Yoh 2,18-21
Yoh 1,1-18

Posting Tahun Lalu: Good Bye, Ilusi 
Posting Tahun 2014: Kapan Pangling kepada Dia?