Mungkin Anda Lelah

Apa reaksi orang kalau doanya tak terkabul? Mungkin ia menghibur diri dengan ungkapan manieszzz co cwit: semua indah pada waktunya, waktu Tuhan bukanlah waktuku, orang sabar disayangi Tuhan, Dia punya rencana yang lebih indah, dan seterusnya. Kalau Anda termasuk dalam golongan ini dan gak mau move on, berhentilah membaca posting ini dan ulangilah ungkapan-ungkapan manis itu sampai Anda tertidur pulas karena barangkali Anda cuma lelah ngampet alias merepresi keinginan duniawi Anda.

Bacaan hari ini mengajarkan sesuatu tentang doa, yang lebih dari sekadar bagaimana menyikapi PHP. Bacaan kedua sendiri sudah dibahas dalam posting Pesta Nyuuuk. Ceritanya sederhana. Ada wedding party dan anggurnya habis. Sang mempelai pasrah bongkokan pada Event Organizer. Mereka tak tahu apa yang terjadi. Apa yang terjadi di balik layar? Maria memberi info soal habisnya anggur itu kepada Yesus. Ia tidak meminta sesuatu dari Yesus tetapi memberi pesan kepada para pelayan: apa aja yang dibilang oleh Yesus ini, just do it!

Terkabul atau tidaknya suatu doa tidak bergantung pada hasil yang diinginkan orang, tetapi pada terlaksananya kehendak Tuhan bagi kemanusiaan. Kalau orang cuma pikir doa sebagai ajang merengek-rengek kepada Tuhan, kriteria kesuksesannya jelas: keinginannya sendiri, kebutuhannya sendiri, cita-citanya sendiri, proyeknya sendiri, mungkin khayalan atau angan-angannya sendiri. Kalau itu tak terkabul, tinggal bilang: dasar PHP! Tahu [tempe garit] sendiri kan orang itu banyak maunya dan kalau kemauan itu jadi tolok ukur jelas gaduh di sana-sini karena ada konflik kepentingan, yang bisa berujung pada meja hijau kursi pesakitan!

Kembali ke teks. Andaikan mempelai tahu bahwa mereka kehabisan anggur, bukankah mereka risau dan kalaupun mesti berdoa ya berdoa supaya bisa cepat dapat tambahan anggur, supaya tamunya sebagian cepat pulang, dan sebagainya? Betul sekali! Akan tetapi, justru di situlah pesan teksnya: mempelai tidak tahu bahwa kehendak Tuhan ternyatakan bahkan sebelum ia menyodorkan keinginannya. Kalau memakai kutipan dari bacaan pertama, bunyinya begini: Ia mengabulkan doa kita jika kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Klausa utamanya tidak perlu dirisaukan: Tuhan pasti mengabulkan doa kita. Yang perlu dirisaukan adalah anak kalimatnya: apakah kita berdoa menurut kehendak-Nya!

Gimana sih berdoa menurut kehendak-Nya? Contoh saja Maria. Dia cuma kasih info kepada Yesus, tak menuntut. Dia gak tau apa persisnya yang akan terjadi, tetapi ia percaya Yesus akan bertindak. Tak berhenti di situ, Maria bertindak supaya tersedia kondisi yang memungkinkan kehendak Tuhan itu terlaksana. Fokusnya pada terlaksananya kehendak Tuhan, apapun itu, just do it. Ini cuma soal duit #eh. Orang tentu boleh menyampaikan harapannya kepada Tuhan, tetapi fokus hidupnya mestilah diletakkan pada realisasi kehendak Allah yang jauh melampaui imajinasi manusia, sebagaimana direpresentasikan mempelai yang bahkan tak tahu menahu mengenai habisnya anggur pesta itu tetapi mendapat pujian dari para tamu.

Konkretnya apa Mo? Wah… itu pertanyaan njelehi, tapi gak apa, sesama orang njelehi ya dijawab saja: kehendak Allah lebih tampak pada cara daripada capaiannya sendiri. Maka, orang boleh saja menyampaikan harapan untuk membangun rumah (tangga), punya ini itu, tetapi ia perlu merealisasikan harapan itu dengan cara-cara yang elegan, bukan dengan waton menuntut orang dipenjara! Paham, Son?

Tuhan, bantulah kami fokus pada-Mu. Amin.


HARI BIASA MASA NATAL
Sabtu, 7 Januari 2017

1Yoh 5,14-21
Yoh 2,1-12

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s