Menghirup Nafas Allah

Saya itu tersenyum dalam hati sewaktu ditanya soal pasangan muda-mudi yang ‘hidup bersama’ sebagai ‘uji coba’ sebelum benar-benar menikah, jangan sampai laksana memilih kucing dalam karung. Output senyuman dalam hati itu adalah kata-kata keras: Das ist ja klar. Es gibt keine Liebe! Kalau memang itu cinta perkawinan, ngapain dibuktikan sebelum married dong? Tapi begitulah omong kosong, yang keluar dari bisikan roh jahat.

Tugas roh jahat memang antara lain membelokkan orientasi orang dari cinta sejati untuk melakukan U-turn ke arah cinta diri. Jika iblis ini sukses menjalankan tugasnya, ‘tersendatlah’ penciptaan Allah. Dalam bacaan pertama dikisahkan secara simbolik bagaimana Allah menciptakan manusia: Ia membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke… hidungnya. Belum ada artis yang yang bisa menghidupkan debu. Paling banter menata debu dengan aneka teknik supaya bisa memberi bentuk yang bisa dinikmati penikmat seni.

So, kalau kemarin temanya soal ‘memeluk kerapuhan’, mungkin hari ini bisa dilihat soal menghirup nafas yang dihembuskan Allah itu: menata debu-debu kerapuhan supaya menjadi hidup yang inspiratif. Menghirup nafas Allah tak bisa dilakukan dengan sikap kompromis terhadap pihak-pihak ketiga yang hendak mendistraksi orang dari cintanya kepada Allah. Bacaan Injil menuturkan bagaimana distraksi yang masuk dalam benak Yesus dapat dipatahkan karena ia berpegang teguh pada nasihat Kitab Suci untuk mencintai Allah dengan segenap jiwa, hati, dan budi.

Ya Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk menghirup nafas-Mu dari waktu ke waktu. Amin.


MINGGU PRAPASKA I A/1

Kej 2,7-9; 3,1-7
Rm 5,12-19
Mat 4,1-11

Minggu Prapaska I A/2 2014: Tune in to the Spirit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s